Buleleng Sulap Sampah Plastik Jadi Papan Nama Jalan

  • 12 Feb 2026 10:50 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menghadirkan inovasi penataan kota dengan memanfaatkan limbah plastik daur ulang untuk papan nama jalan di kawasan Titik Nol Kota Singaraja. Program ini merupakan kolaborasi Dinas Perhubungan Buleleng bersama Rumah Plastik Mandiri Buleleng untuk menata kawasan strategis yang mengedepankan estetika, fungsi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menyampaikan bahwa gagasan ini berawal dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dalam merancang gerakan baru penataan kota, khususnya di kawasan strategis Titik Nol.

“Penataan kawasan tidak hanya harus aman dan tertib, tetapi juga ramah lingkungan. Lampu penerangan jalan dirancang menggunakan PJUTS, kabel ditanam di bawah tanah, dan untuk papan nama jalan kami berpikir kenapa tidak memanfaatkan sampah plastik,” ujarnya saat dikonfirmasi di Rumah Plastik Mandiri Desa Petandakan, Rabu 11 Februari 2026.

Dalam tahap awal, Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng menyiapkan 10 papan nama jalan untuk lima ruas jalan, masing-masing dipasang di awal dan akhir ruas. Dari sisi teknis, untuk memproduksi 10 papan nama beserta tiangnya dibutuhkan sekitar 880 kilogram plastik tercacah. Jika dihitung dari sampah plastik mentah, jumlahnya mencapai lebih dari 1 ton, yang dikumpulkan dari bank sampah dan TPST di seluruh Kabupaten Buleleng.

Proses pengerjaan satu papan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, sehingga keseluruhan 10 papan dapat selesai dalam waktu kurang lebih satu bulan. Desain ini juga direncanakan akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui BRIDA.

Sementara itu, Eka Darmawan pemilik Rumah Plastik Mandiri Buleleng menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng kepada timnya dalam mengeksekusi program tersebut.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng yang telah mempercayai kami. Ini merupakan kehormatan bagi kami karena secara pribadi ini adalah proyek pertama yang akan bisa dinikmati terus-menerus oleh masyarakat dan berada di ruang publik,” ujarnya.

Menurut Eka, papan nama jalan ini menggunakan material plastik jenis HDPE yang aman dan tahan cuaca, diberi sentuhan seni Bali, serta rencananya akan dilengkapi ukiran bergaya Bali. Papan nama juga bersifat dinamis, dapat dimodifikasi sesuai agenda atau momentum tertentu, seperti peringatan HUT Kota Singaraja atau Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah plastik, tetapi juga meningkatkan citra Buleleng sebagai daerah inovatif, kreatif, dan peduli lingkungan, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....