MAKIN Buleleng Jelaskan Makna Imlek Kongzili
- 10 Feb 2026 09:03 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Buleleng kembali menegaskan makna perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada masyarakat. Penjelasan ini disampaikan untuk memperkuat pemahaman bahwa Imlek memiliki dasar ajaran keagamaan.
Ketua MAKIN Buleleng, Tjie Su Liong, mengatakan perayaan Imlek tidak berdiri sebagai tradisi budaya semata. Ada landasan kitab suci yang mengatur penanggalan dan tata cara perayaannya.
Ia menyebut rujukan tentang hari raya dalam ajaran Khonghucu telah tercantum jelas dalam kitab suci. Karena itu, pemahaman umat perlu diluruskan melalui sosialisasi berkelanjutan.
“Nah, tentang hari raya tahun baru Imlek itu sudah tercantum dalam kitab suci Liji. Liji ini berkumpulan tentang hari-hari raya agama Khonghucu,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026 Kabupaten Buleleng tepatnya di Sekretariat FKUB Kabupaten Buleleng pada Senin, 9 Februari 2026.
Menurutnya, penetapan tahun Kongzili juga memiliki dasar perhitungan tersendiri. Angka 2577 merujuk pada tahun kelahiran Nabi Khonghucu yang dihitung sejak sebelum masehi.
Ia juga menjelaskan rangkaian ibadah menjelang Imlek sudah dimulai beberapa hari sebelumnya. Di antaranya sembahyang kepada Dewa Dapur dan dilanjutkan dengan sembahyang leluhur.
MAKIN Buleleng berharap masyarakat semakin memahami perbedaan antara perayaan keagamaan dan tradisi budaya. Dengan pemahaman yang tepat, pelaksanaan ibadah Imlek dapat berjalan lebih khidmat dan tidak menimbulkan salah tafsir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....