Gong Kebyar Wanita Busungbiu Memukau Penonton di PKB XLVIII 2026

  • 22 Jun 2026 07:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penampilan Gong Kebyar Wanita (GKW) Sanggar Mada Janu Mukti, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, sukses mencuri perhatian penonton pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Tampil dalam sesi Utsawa di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Minggu, 21 Juni 2026 malam, kelompok seni dari Buleleng ini menghadirkan pertunjukan yang enerjik, sarat makna, dan mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati arena pertunjukan.

Penampilan para penabuh wanita itu tampak berwibawa dengan balutan busana serba hitam yang kontras dengan kostum para penari yang mengenakan warna-warna cerah. Perpaduan tersebut justru menambah kekuatan visual pertunjukan sehingga mampu menghadirkan suasana yang megah dan harmonis. Kekompakan para penabuh dan penari juga menjadi daya tarik tersendiri sepanjang pementasan berlangsung.

Pembina sekaligus konseptor pertunjukan, Tu Putra, menjelaskan bahwa pagelaran tersebut melibatkan sebanyak 35 penabuh wanita serta puluhan penari. Dalam penampilannya, Sanggar Mada Janu Mukti membawakan tiga materi utama, yakni Tabuh Kreasi Pekak Aji, Tari Janurstawa, dan Sandya Gita berjudul I Bulu Pangi. Ketiga karya tersebut dirancang untuk mengangkat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Buleleng.

“Tabuh Kreasi Pekak Aji merupakan aktualisasi tokoh legenda Jayaprana dalam cerita rakyat Buleleng. Selain itu, Tari Janurstawa menggambarkan manfaat janur yang diwujudkan dalam gerak tari, sedangkan Sandya Gita I Bulu Pangi sarat dengan pesan moral bagi generasi muda,” ujarnya.

Menurut Tu Putra, konsep keseluruhan karya yang ditampilkan tidak hanya bertujuan menghadirkan tontonan yang menarik, tetapi juga menjadi media edukasi budaya. Pertunjukan tersebut dirancang untuk membangkitkan kesadaran generasi muda agar kembali mengenal dan menghargai tradisi yang diwariskan para leluhur. Melalui seni pertunjukan, nilai-nilai budaya diharapkan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Di era sekarang, generasi muda mulai lupa terhadap budaya dan tradisi yang dimiliki. Karena itu muncul ide untuk mengolah karya ini agar kita kembali mengingat apa yang kita miliki dan warisi sebagai identitas budaya,” katanya.

Ia menambahkan, seni pertunjukan merupakan salah satu sarana efektif untuk mengajak generasi muda kembali mencintai warisan budaya daerah. Dengan menghadirkan karya yang berakar pada tradisi namun dikemas secara kreatif, diharapkan pesan-pesan budaya dapat diterima dengan lebih mudah oleh masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Harapan kami, generasi muda tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman,” ucapnya.

Penampilan Gong Kebyar Wanita Sanggar Mada Janu Mukti pada PKB XLVIII 2026 pun menjadi bukti bahwa seni tradisi Buleleng terus berkembang dan mampu tampil memukau di panggung seni terbesar di Bali. Melalui kreativitas dan semangat para senimannya, Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu daerah yang kaya akan tradisi dan inovasi seni budaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....