Bupati Sebut Masjid Agung Jami Jadi Saksi Sejarah Perjalanan Buleleng

  • 27 Mei 2026 09:57 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Masjid Agung Jami Singaraja dinilai memiliki nilai sejarah yang kuat dalam perjalanan perkembangan Kota Singaraja dan Kabupaten Buleleng. Bangunan yang telah berdiri sejak lama itu tidak hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan umat Muslim, tetapi juga menyimpan jejak perjalanan sejarah daerah.

Hal tersebut disampaikan I Nyoman Sutjidra saat kegiatan penyerahan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pada Selasa, 26 Mei 2026. Menurutnya, dipusatkannya kegiatan di Masjid Agung Jami bukan tanpa alasan. Selain memiliki fungsi sosial dan keagamaan, masjid tersebut juga mempunyai nilai historis yang penting bagi Buleleng.

Sutjidra mengatakan Masjid Agung Jami merupakan salah satu saksi perjalanan panjang perkembangan wilayah Singaraja. Keberadaan bangunan itu juga menjadi bagian dari sejarah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Masjid ini menjadi saksi sejarah perjalanan panjang Kota Singaraja dan Kabupaten Buleleng. Nilai historisnya sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bangunan bersejarah tersebut memiliki makna penting karena menjadi bagian dari perjalanan sosial masyarakat sejak masa lalu. Keberadaannya bukan hanya merekam aktivitas keagamaan, tetapi juga perkembangan kehidupan masyarakat di Buleleng dari masa ke masa.

Namun demikian, menurutnya beberapa bagian bangunan saat ini memerlukan perhatian. Sejumlah bagian fisik bangunan disebut mulai mengalami perubahan dan membutuhkan upaya pemeliharaan agar tetap terjaga.

“Sudah ada beberapa bagian bangunan yang mungkin perlu direnovasi, tetapi karena ini merupakan cagar budaya tentu perlu langkah dan kajian khusus,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjut Sutjidra, akan mempertimbangkan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah pusat melalui sektor kebudayaan. Langkah tersebut dilakukan agar upaya pelestarian bangunan bersejarah dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Ke depan, pelestarian bangunan bersejarah seperti Masjid Agung Jami diharapkan tidak hanya menjaga bentuk fisik bangunan, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, generasi muda dapat mengenal dan memahami perjalanan sejarah daerahnya melalui warisan yang masih terjaga hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....