Sekolah Inklusi Tekan Stigma Disabilitas
- 08 Feb 2026 15:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Penerapan sekolah inklusi di Buleleng tidak hanya berfokus pada metode pembelajaran, tetapi juga menekan stigma dan diskriminasi terhadap siswa berkebutuhan khusus melalui edukasi dan kolaborasi dengan orang tua.
Tim ULD Kabupaten Buleleng, Desak Made Rusniawati, menyebut tantangan terbesar justru datang dari penerimaan awal orang tua terhadap kondisi anak, sehingga sekolah perlu melakukan pendekatan dan konseling.
“Tantangan terbesar kadang orang tua belum bisa menerima kondisi anak. Karena itu kami lakukan konseling dan libatkan psikolog agar orang tua mendapat penjelasan yang tepat,” ujarnya.
Sekolah juga melakukan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah agar tercipta lingkungan ramah inklusi, sehingga siswa berkebutuhan khusus tetap memiliki ruang pertemanan dan kesempatan berkembang.
Ia menegaskan setiap anak memiliki kemampuan berbeda dan tidak boleh diberi stigma negatif tanpa dasar asesmen. Guru didorong mengedepankan pendekatan empati dalam proses belajar.
“Kami punya prinsip membimbing dengan hati. Semua anak sama, hanya kebutuhannya yang berbeda, sehingga perlakuannya juga harus disesuaikan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....