Stigma Sekolah Favorit Masih Mengakar di Masyarakat

  • 31 Mei 2026 20:16 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Istilah sekolah favorit masih sangat melekat dalam dunia pendidikan Indonesia, termasuk di daerah. Banyak orang tua meyakini bahwa masa depan anak akan lebih terjamin apabila berhasil masuk ke sekolah yang memiliki reputasi tinggi. Akibatnya, setiap tahun terjadi persaingan ketat untuk memperebutkan kursi di sekolah tertentu, sementara sekolah lain justru kekurangan peserta didik.

Stigma tersebut tidak muncul begitu saja. Selama bertahun-tahun, sejumlah sekolah dikenal memiliki prestasi akademik lebih menonjol, tingkat kelulusan tinggi, serta banyak menghasilkan siswa yang diterima di perguruan tinggi ternama. Rekam jejak tersebut kemudian membentuk persepsi bahwa sekolah tertentu lebih unggul dibandingkan sekolah lainnya.

Selain faktor prestasi, keberadaan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap juga turut memperkuat pandangan masyarakat. Sekolah yang memiliki laboratorium modern, sarana olahraga memadai, serta lingkungan belajar yang nyaman sering dianggap lebih mampu mendukung perkembangan siswa. Sementara itu, sekolah yang fasilitasnya terbatas kerap dipandang sebagai pilihan kedua meskipun kualitas pengajarnya tidak kalah baik.

Pengaruh lingkungan sosial juga menjadi faktor penting. Banyak orang tua merasa lebih percaya diri jika anaknya bersekolah di tempat yang dianggap bergengsi oleh masyarakat. Tidak sedikit yang menjadikan sekolah favorit sebagai simbol keberhasilan pendidikan keluarga. Pandangan ini kemudian terus diwariskan dari generasi ke generasi sehingga sulit dihilangkan.

Padahal, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nama besar sekolah. Kualitas guru, motivasi belajar siswa, dukungan keluarga, serta lingkungan pendidikan yang positif memiliki peran yang sama pentingnya. Selama stigma sekolah favorit masih mendominasi cara pandang masyarakat, upaya pemerataan pendidikan akan terus menghadapi tantangan karena distribusi siswa dan sumber daya pendidikan menjadi tidak seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....