Bulog Serap Gabah Petani Buleleng Atasi Keterbatasan RMU

  • 04 Feb 2026 08:17 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perum Bulog memastikan penyerapan gabah di sejumlah sentra produksi nasional telah dimulai sejak awal tahun 2026. Di Kabupaten Buleleng, penyerapan dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Pertanian untuk menampung gabah kering panen petani di tengah keterbatasan kapasitas penggilingan padi lokal.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil panen tetap terserap saat produksi meningkat, sekaligus mengurangi risiko gabah tidak tertangani akibat keterbatasan Rice Milling Unit (RMU), gudang, dan fasilitas pengeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan produksi gabah di Buleleng terus menunjukkan tren peningkatan, namun belum sepenuhnya diimbangi daya tampung dan fasilitas pengolahan di tingkat hilir. Untuk tahun 2025 produksi gabah kering di Buleleng mencapai 113 ribu ton.

“Kami bersinergi dengan Bulog untuk membeli gabah kering panen petani. Karena kemampuan RMU di Buleleng belum mampu menampung seluruh hasil panen,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah RMU di Buleleng memiliki kapasitas mesin yang memadai, tetapi terkendala pada keterbatasan gudang penyimpanan dan lantai jemur. Saat panen berlangsung bersamaan dan cuaca kurang mendukung, proses pengeringan gabah menjadi hambatan utama.

Menurutnya, kondisi tersebut sebelumnya menyebabkan sebagian gabah petani dibawa ke luar daerah, bahkan hingga luar Bali, untuk diproses menjadi beras. Dengan keterlibatan Bulog, penyerapan di tingkat petani diharapkan lebih stabil dan alur distribusi lebih terjaga.

“Produksi meningkat, tetapi tidak selalu linier dengan ketersediaan beras di pasar. Kuncinya ada di hilirisasi, termasuk penggilingan dan penyimpanan,” katanya.

Pihaknya menilai dukungan perum Bulog menjadi solusi jangka pendek, sembari mendorong penguatan infrastruktur pascapanen agar penanganan gabah dan beras di daerah dapat berjalan lebih optimal serta membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....