Pemkab Jembrana Usulkan Perbaikan Monumen yang Rusak
- 30 Jan 2026 15:24 WIB
- Singaraja
KBRN, Jembrana: Pemerintah Kabupaten Jembrana mengusulkan perbaikan wantilan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa–Bali di Gilimanuk serta pembangunan kembali tugu perjuangan di Banjar Pebuahan agar dapat direalisasikan pada tahun 2026. Usulan tersebut diajukan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali.
Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Jembrana, I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, mengatakan keterbatasan kemampuan keuangan daerah akibat adanya pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat membuat pemkab harus melakukan efisiensi anggaran. Karena itu, program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Untuk pembangunan wantilan dan tugu perjuangan sudah kami usulkan melalui BKK Provinsi Bali,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Ia menegaskan, meskipun belum dapat dibiayai melalui APBD murni, bukan berarti perbaikan dua bangunan bersejarah tersebut diabaikan. Menurutnya, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian dengan mengupayakan pendanaan melalui provinsi.
“Kami tetap memprioritaskan karena ini berkaitan dengan nilai sejarah dan perjuangan para pahlawan. Jangan sampai pemerintah daerah dinilai tidak peduli terhadap sejarah,” katanya.
Pembangunan kembali wantilan dan tugu perjuangan tersebut ditargetkan paling lambat dapat dilaksanakan pada anggaran perubahan tahun 2026. Namun demikian, realisasinya masih menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi Bali terkait persetujuan anggaran yang telah diajukan, mengingat masih terdapat sejumlah program prioritas lain yang harus segera dijalankan.
Diketahui, bangunan wantilan yang berada di kawasan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa–Bali mengalami kerusakan cukup parah sejak sekitar satu tahun lalu. Atap bangunan ambruk akibat kondisi bangunan yang telah lama rusak serta diperparah oleh hujan dan angin kencang.
Bangunan yang terletak di sisi kiri atau selatan monumen tersebut kini kehilangan sebagian besar atapnya. Material kayu bekas plafon dan atap sudah dirapikan di sekitar bangunan, sementara sejumlah benda bersejarah seperti foto-foto yang sebelumnya tersimpan di dalam wantilan sudah tidak terlihat lagi.
Sementara itu, tugu monumen di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, roboh akibat abrasi pantai. Tugu tersebut merupakan penanda sejarah di kawasan Pantai Pebuahan yang dibangun untuk mengenang peristiwa Perang Laut, yakni pendaratan pertama pasukan Kapten Markadi pada 4 April 1946.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....