Langganan Banjir, Warga Pebuahan Minta Pendangkalan Sungai Tukadaya
- 30 Jan 2026 08:49 WIB
- Singaraja
KBRN, Negara: Warga Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, kembali menyuarakan keluhan terkait banjir yang kerap melanda pemukiman mereka saat musim hujan. Luapan air Sungai Tukadaya dinilai semakin sering terjadi, sehingga masyarakat meminta adanya penanganan serius berupa pengerukan sungai.
Banjir tersebut berdampak pada sedikitnya 15 rumah warga yang berada di kawasan padat penduduk di sepanjang jalur Denpasar–Gilimanuk. Ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu Sungai Tukadaya, air sungai tidak tertampung dan meluber ke permukiman dengan ketinggian genangan yang mencapai lebih dari satu meter.
Kepala Kewilayahan Banjar Pebuahan, Kanzan, Rabu (7/1/2026) mengatakan kondisi ini bukan kejadian baru. Menurutnya, banjir sudah menjadi persoalan tahunan yang terus berulang tanpa penanganan permanen.
“Setiap hujan deras, terutama di bagian hulu, warga di sini hampir pasti terdampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama penyebab banjir adalah pendangkalan dasar Sungai Tukadaya akibat sedimentasi yang terus terjadi. Selain itu, bentuk alur sungai yang berkelok tajam dan mengitari kawasan permukiman membuat aliran air mudah meluap saat debit meningkat. “Aliran sungai yang membentuk seperti huruf U dan kondisi sungai yang dangkal membuat air cepat keluar dari badan sungai,” katanya.
Kanzan menambahkan, warga bersama pemerintah desa sebenarnya telah beberapa kali mengusulkan normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang. Pengajuan bantuan alat berat untuk pengerukan sungai juga telah dilakukan, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.
“Usulan sudah kami sampaikan sejak lama, termasuk permohonan alat berat, tetapi belum ada realisasi,” ucap Kanzan.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pengerukan Sungai Tukadaya, khususnya pada bagian yang berdekatan dengan pemukiman warga. Dengan normalisasi sungai tersebut, banjir akibat luapan air diharapkan dapat diminimalisir. “Meski sudah ada tanggul, tetap tidak efektif kalau sungainya dangkal. Pengerukan menjadi solusi yang paling dibutuhkan saat ini,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....