Bupati Sutjidra Sebut Sampah Jadi Pemicu Banjir di Baktiseraga
- 13 Jun 2026 09:46 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut sampah yang terbawa dari wilayah hulu menjadi salah satu faktor utama penyebab meluapnya aliran sungai saat banjir menerjang Dusun Tista, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat 12 Juni 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu rumah warga di Perumahan Griya Mahadewa roboh dan menimbulkan korban jiwa.
Didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Bupati Sutjidra meninjau langsung lokasi terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Buleleng sejak pagi menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
Bupati Sutjidra mengatakan musibah yang terjadi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buleleng. Selain tingginya curah hujan, banyaknya sampah dan sisa tebangan pohon yang terbawa aliran sungai turut memperparah kondisi hingga menyebabkan aliran air meluap dan menggerus bangunan yang berada di sekitar bantaran sungai.
“Ini menjadi fokus kita ke depan untuk bagaimana menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah atau bekas tebangan pohon ke sungai-sungai di wilayahnya,” ujarnya.
Menurutnya, upaya penanganan banjir tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
Selain persoalan sampah, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga akan melakukan evaluasi terhadap pemberian izin pembangunan, baik perumahan komersial maupun subsidi, agar tidak melanggar ketentuan batas sempadan sungai yang telah ditetapkan.
“Rumah masyarakat yang ada di sempadan sungai harus memenuhi syarat agar sempadan tidak digunakan untuk membangun. Karena akan sangat membahayakan, seperti kondisi sekarang saat hujan lebat dan banjir langsung menggerus bangunan,” katanya.
Sementara itu, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca membenarkan satu rumah warga roboh akibat tergerus derasnya aliran sungai. Rumah tersebut dihuni seorang warga asal Kampung Kajanan yang tinggal bersama orang tuanya di Dusun Tista, Desa Baktiseraga.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban sedang berada di dalam rumah saat bangunan roboh diterjang banjir. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat pemerintah, dan masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.
“Korban kami temukan di bawah rumah, pada sungai kecil tertindih kasur dan reruntuhan tembok,” ucap Putu Gopi Suparnaca.
Pasca kejadian, keluarga korban kembali ke Kampung Kajanan. Sementara proses pembersihan puing-puing rumah masih terkendala karena akses alat berat menuju lokasi tertutup bagian bangunan yang masih berdiri. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan lanjutan sekaligus mengevaluasi langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....