Polres Jembrana Fokus Tangani Kasus Kekerasan Anak

  • 29 Jan 2026 13:59 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Negara: Kepolisian Resor Jembrana menyampaikan laporan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 di Mapolres Jembrana, Rabu (31/12/2025). Secara umum, situasi keamanan di wilayah hukum Polres Jembrana menunjukkan perbaikan dengan menurunnya angka kriminalitas dan kasus penyalahgunaan narkotika. Namun demikian, peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sepanjang 2025, tercatat 55 kasus, naik sekitar 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 38 kasus.

“Kasus yang menonjol adalah pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Total ada 13 kasus, meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 2024 yang tercatat tujuh kasus,” jelasnya.

Sedangkan secara umum, tindak pidana yang ditangani selama 2025 tercatat sebanyak 149 kasus. Angka tersebut menurun 66 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 215 kasus. Kendati jumlah laporan perkara menurun, penyelesaian kasus justru meningkat. “Sepanjang tahun ini kami berhasil menuntaskan 173 perkara, termasuk sejumlah kasus dari tahun sebelumnya,” ujarnya Rabu (31/12/2025).

Dengan capaian tersebut, persentase penyelesaian perkara (PTP) Polres Jembrana mencapai 116 persen. Adapun jenis kejahatan yang paling banyak terjadi masih didominasi oleh pencurian biasa dengan 32 kasus, disusul pencurian dengan pemberatan sebanyak 15 kasus dan penganiayaan dengan jumlah yang sama.

Selain tindak kriminal, Polres Jembrana juga mencatat sejumlah kejadian menonjol lainnya, salah satunya kasus bunuh diri. Selama 2025, tercatat 19 kejadian gantung diri. Jumlah ini sebanding dengan kejadian bencana angin puting beliung yang juga terjadi sebanyak 19 kali di wilayah Jembrana.

Menanggapi kondisi tersebut, Polres Jembrana mengaku telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan melibatkan lintas sektor. Kasus gantung diri menurutnya juga masih menjadi tren yang perlu mendapat perhatian. “Kami bekerja sama dengan pemerhati kesehatan mental melalui kegiatan healing dan pengelolaan stres di Gedung Kesenian,” kata AKBP Citra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....