Ciri Khas Ukiran Bali yang Tak Pernah Lekang
- 26 Jan 2026 16:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Populer sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali nyatanya memang memiliki berjuta pesona. Tak hanya keindahan alamnya saja, tetapi Pulau Dewata juga mempunya keragaman budaya yang menakjubkan.
Bukan saja tarian, kuliner atau adat istiadat yang unik ini juga memiliki kekhasan budaya pada seni ukir. Ciri khas ukiran Bali adalah perpaduan motif flora (bunga, daun, buah) yang dinamis dengan bentuk cembung dan cekung, serta detail "benangan" melingkar dengan ujung ikal yang khas, seringkali menggabungkan figur pewayangan misalnya: Rama dan Sinta, atau patung lain seperti Dewa Ruci, Nakula, Sadewa dan lain sebagainya. Bisa juga berbentuk makhluk mitologi seperti kepala binatang dengan detail megah, umumnya ukiran di Bali dibuat dari kayu (jati, cempaka) atau batu padas, menonjolkan detail halus dan filosofi spiritual.
Adapun media pembuatan ukiran khas Bali umumnya menggunakan kayu. Jenis kayu yang banyak digunakan adalah jati, moja agung, serta cempaka. Akan tetapi, ada pula patung ukiran Bali yang pembuatannya menggunakan batu cadas.
Biasanya ukiran berbahan batu padas digunakan dalam pembangunan tempat suci dan kelengkapan di dalamnya, misalnya Pura. Kemudian, untuk cikal bakal motif ukiran khas Bali berasal dari zaman Kerajaan Majapahit dan Padjajaran. Akan tetapi, dalam perkembangannya, motif ukiran terus mengalami perkembangan bentuk dan variasi.
Demikian halnya dalam proses pembuatan ukiran khas Bali. Dahulu kala, pemahatan ukiran baik di media kayu maupun batu menggunakan alat pahat manual. Akan tetapi, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan kini telah memungkinkan pembuatan ukiran dengan alat modern.
Untuk penghasil ukiran Bali, banyak ukiran khas Bali di berbagai tempat di wilayah ini. Namun, ada satu tempat yang memang menjadi sentranya. Namanya adalah Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Jika Anda mengunjungi desa ini, di sepanjang desa, akan terlihat kerajinan ukiran Bali berupa patung kayu. Bukan hanya melihat hasil ukuran yang telah jadi atau terpajang, melainkan Anda juga akan menyaksikan sendiri masyarakat setempat yang lihai memahat ukiran dalam berbagai bentuk yang menarik.
Meski demikian, ada beberapa daerah lain di Bali yang juga kondang sebagai penghasil ukiran, antara lain Desa Peken Belayu, Desa Tangep di Mengwi, Desa Marga di Tabanan serta Desa Guwang di Sukawati. Selain itu, perkembangan wisata yang pesat di Pulau Dewata membuat kerajinan ukiran khas Bali berbahan batu cadas juga merambah ke ranah cindera mata. Anda akan menjumpai banyak perajin ukiran batu cadas di kawasan Desa Belayu, Tabanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....