Media Sosial Jadi Peluang Promosi Budaya Lokal

  • 22 Jun 2026 08:59 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Platform digital tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi kreativitas dan membangun tren baru. Di tengah derasnya pengaruh budaya global yang hadir melalui media sosial, peluang untuk memperkenalkan budaya lokal sebenarnya juga semakin terbuka lebar. Hal tersebut disampaikan Anggota KNPI Buleleng, Eni Marhaeni, dalam Obrolan SPADA di RRI Singaraja, Senin (22/6/2026). Menurutnya, anak muda memiliki peran penting untuk menjadikan media sosial sebagai alat pelestarian budaya yang efektif.

Eni menilai bahwa budaya lokal dapat tetap menarik bagi generasi muda apabila dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Sebagai pelaku usaha pemula di bidang kerajinan rajut, ia berusaha menggabungkan tren modern dengan unsur budaya lokal dalam setiap produknya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menghadirkan motif khas daerah, seperti bunga kembang sepatu yang memiliki makna simbolis dalam budaya Bali. “Saya berusaha memenuhi permintaan pasar yang kekinian, tetapi tetap mencantumkan ciri khas budaya lokal dalam produk yang dibuat,” ujar Eni.

Menurutnya, peluang media sosial dalam memperkenalkan budaya daerah sangat besar karena sebagian besar generasi muda aktif menggunakan berbagai platform digital setiap hari. Konten kreatif yang menampilkan tarian tradisional, lagu daerah, bahasa lokal, hingga produk UMKM dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya kepada audiens yang lebih luas. Bahkan tren yang awalnya hanya bertujuan untuk hiburan dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya. “Kalau budaya lokal ditampilkan dengan menarik, banyak generasi muda akan ikut tertarik untuk mengenal dan mengembangkannya,” ucap Eni.

Selain memanfaatkan media sosial, organisasi kepemudaan juga memiliki tanggung jawab untuk mendekatkan anak muda dengan budaya daerah. Melalui kegiatan diskusi, sosialisasi, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM lokal, organisasi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan identitas budayanya. Eni menyebut bahwa sejumlah organisasi yang diikutinya aktif mendukung promosi produk lokal melalui berbagai bentuk kolaborasi dan publikasi. Upaya tersebut diyakini dapat memperkuat posisi budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Eni menekankan bahwa budaya lokal tidak hanya memiliki nilai sosial dan identitas, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi kreatif bagi generasi muda. Ia mencontohkan berkembangnya usaha berbasis produk lokal, termasuk sektor kuliner dan kedai kopi yang mengutamakan bahan baku daerah. Menurutnya, jika generasi muda mulai bersikap acuh terhadap budaya sendiri, maka identitas daerah dapat perlahan memudar. “Budaya harus tetap dijaga karena itu yang menjadi ciri khas kita dan juga mendukung perkembangan ekonomi masyarakat,” kata Eni. Ia mengajak generasi muda untuk mulai dari langkah sederhana, seperti menggunakan bahasa daerah dan mendukung produk lokal, sebagai bentuk nyata menjaga identitas budaya di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....