Terdampak Banjir, Pemkab Bakal Tangani SMPN 3 Busungbiu

  • 17 Jan 2026 16:15 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melanjutkan penanganan dampak banjir dan abrasi yang melanda wilayah Kecamatan Busungbiu. Salah satu lokasi terdampak serius adalah SMP Negeri 3 Busungbiu di Desa Sepang Kaja, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau langsung kondisi sekolah tersebut pada Sabtu 17 Januari 2026. Ia menjelaskan, abrasi menyebabkan halaman sekolah tergerus hingga memperlihatkan bagian pondasi bangunan, sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Kita saat ini berada di SMP Negeri 3 Busungbiu. Kerusakannya cukup parah, sampai pondasi bangunan terlihat dan halaman sekolah terdampak banjir. Ini memerlukan penanganan segera karena sangat membahayakan,” ujarnya.

Sutjidra menambahkan, penanganan banjir sebelumnya telah dilakukan di wilayah Batu Megaang dan kini berlanjut ke Desa Sepang, Busungbiu. SMPN 3 Busungbiu menjadi prioritas karena posisinya berada dekat aliran sungai serta lebih rendah dari badan jalan raya.

“Kalau ini tidak segera ditangani, risikonya besar, khususnya bagi anak-anak didik di SMP Negeri 3 Busungbiu,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar ke sistem daring. Kebijakan tersebut diambil demi menjamin keselamatan warga sekolah selama proses penanganan berlangsung.

“Untuk sementara kegiatan belajar mengajar kami alihkan ke daring. Kondisi di sini masih sangat berbahaya. Kalau sampai jebol lagi, risikonya tinggi,” kata Sutjidra.

Ia menegaskan, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan akan ditangani secepat mungkin.

“Kerusakan fasilitas pendidikan ini akan kami segerakan penanganannya. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita dan tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Selain fasilitas pendidikan, Pemkab Buleleng juga melakukan penanganan darurat pada kerusakan jalan dan jembatan akibat banjir. Upaya mitigasi awal dilakukan dengan pemasangan bronjong dan penguatan struktur menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Untuk jalan raya yang jebol, sekarang kita perkuat dulu dengan bronjong. Dananya kami siapkan dari APBD melalui BTT supaya penanganannya cepat,” ucapnya.

Pihaknya juga memastikan penanganan akan berlanjut ke jembatan strategis di wilayah Bongancina yang menghubungkan Desa Bongancina dengan Desa Dapdap Putih.

“Jembatan di Bongancina juga jebol dan itu sangat strategis. Semua akan kami tangani dan kami upayakan secepatnya,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....