Sungai Watch Dukung Wisata Bersih di Pantai Lovina
- 22 Jun 2025 10:51 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Kawasan wisata Pantai Lovina kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya program strategis nasional bertajuk Gerakan Wisata Bersih (GWB), Minggu (22/6/2025). Program ini merupakan bagian dari Quick Win Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), yang kali ini menggandeng Pemerintah Kabupaten Buleleng dan berbagai mitra kolaborasi, salah satunya Sungai Watch.
Partisipasi aktif Sungai Watch dalam aksi bersih-bersih tersebut menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam konteks pariwisata berbasis keberlanjutan. Salah satu tokoh lingkungan Bali yang juga aktif dalam Sungai Watch, Made Dwi Bagiasa atau yang akrab disapa Bagi, turut hadir dan menyampaikan pandangannya langsung kepada Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa) saat berdialog di sela kegiatan.
"Ketika kita berbicara tentang pariwisata, tentu tidak bisa dilepaskan dari dampak lingkungannya. Banyak destinasi wisata yang indah, namun realitanya banyak dari kita yang masih mengabaikan aspek kebersihan lingkungan, terutama di area hulu sungai," ujar Bagia.
Ia menyoroti sejumlah fakta di lapangan, seperti masih maraknya warga yang membuang sampah di hulu sungai. Ia mencontohkan kondisi di wilayah Denpasar Selatan, di mana sampah dari pasar-pasar seperti di daerah Pemogan bermuara hingga ke kawasan wisata air Benoa.
"Ini pentingnya kita menangani sampah dari hulunya. Jangan sampai saat musim penghujan datang, kita hanya saling menyalahkan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita saling mengingatkan dan membangun komitmen bersama," tambahnya.
Bagia juga menyebut bahwa Sungai Watch selama ini sudah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal (illegal dumping), terutama yang berada di dekat bantaran sungai. Ia menegaskan bahwa sekitar 80% sampah di laut berasal dari sungai, sehingga penanganan harus dilakukan dari sumbernya.
"Kami sudah bergerak bahkan sebelum adanya Surat Edaran Gubernur. Tapi kami tidak bisa sendiri. Butuh kolaborasi yang kuat dan komitmen dari semua pihak, terutama dari para pemangku kepentingan di tingkat desa, lurah, hingga camat," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat menjaga lingkungan, terutama kawasan wisata, tidak hanya menjadi slogan belaka, tetapi terwujud dalam aksi nyata. Sungai Watch bertekad untuk terus menjadi bagian dari solusi dengan memperkuat kolaborasi antar instansi dan komunitas demi terwujudnya destinasi wisata Bali yang bersih dan asri.
Dengan semangat kolaborasi yang semakin menguat, Gerakan Wisata Bersih di Pantai Lovina menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan pariwisata. Karena sejatinya, pariwisata yang berkelanjutan hanya mungkin terwujud bila dimulai dari lingkungan yang bersih dan lestari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....