Kemarau, Puluhan KK di Pendem Bergantung Pasokan Air Bersih

  • 02 Agt 2026 19:58 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan puluhan kepala keluarga di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Warga yang terdampak kini mengandalkan bantuan distribusi air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Lingkungan Pancardawa dan Dewasana, sejumlah tandon air yang disediakan BPBD terlihat kosong saat pasokan habis. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus berjalan cukup jauh menuju sungai untuk mendapatkan air, terutama ketika jadwal distribusi bantuan belum tiba.

Salah seorang warga Lingkungan Dewasana, Ni Nyoman Ariani (54), mengaku krisis air bersih telah dirasakan sekitar satu bulan terakhir. Menurutnya, masyarakat sangat bergantung pada bantuan air karena sumber air yang biasa digunakan mengalami penurunan debit selama musim kemarau.

"Kalau bantuan air habis, kami terpaksa mencari air ke sungai dengan berjalan cukup jauh. Harapannya distribusi bisa dilakukan setiap hari karena banyak warga yang membutuhkan," ujarnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ia mengatakan, setiap kali mobil tangki datang mengisi bak penampungan, air yang tersedia tidak membutuhkan waktu lama untuk habis karena dimanfaatkan oleh warga di sekitar lokasi. Ariani juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih mengingat banyak lanjut usia dan penyandang disabilitas yang turut bergantung pada bantuan tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan distribusi air bersih telah dilakukan secara terjadwal sesuai kemampuan pasokan yang tersedia.

Ia menyebut, warga di Kelurahan Pendem tidak memanfaatkan layanan PDAM, melainkan menggunakan jaringan pipa milik desa adat yang mengambil sumber air dari kawasan pegunungan. Saat musim kemarau, debit air di sumber tersebut menurun sehingga pasokan tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Distribusi air terus kami lakukan secara berkala. Penurunan debit sumber air menjadi penyebab utama kekurangan air bersih di wilayah Pendem," katanya.

Artana menambahkan, BPBD juga menghadapi keterbatasan dalam pengambilan air dari PDAM karena perusahaan daerah tersebut turut mengalami penurunan debit air baku. Oleh sebab itu, air yang didistribusikan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti minum, memasak, dan keperluan rumah tangga dasar.

Menurut data BPBD Jembrana, sekitar 70 kepala keluarga di Lingkungan Pancardawa dan Dewasana terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Dalam setiap distribusi, BPBD mengirimkan sekitar 5.000 liter air bersih yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan warga selama dua hingga tiga hari.

Pemerintah Kabupaten Jembrana terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah tersebut sembari menyiapkan langkah penanganan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....