MI Buleleng Siapkan Regenerasi Atlet Muaythai untuk Hadapi Persaingan Nasional
- 27 Agt 2026 16:32 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pengurus Muaythai Indonesia Buleleng menjalankan program pembinaan terstruktur dengan melibatkan bidang prestasi, pelatih, dan pengurus untuk memastikan kualitas atlet.
- Regenerasi atlet menjadi fokus utama untuk menjamin ketersediaan talenta muda yang siap bersaing pada kejuaraan nasional di masa mendatang.
- Strategi training center dan program latihan terstruktur dirancang untuk menghadapi persaingan muaythai yang semakin merata di seluruh Indonesia.
RRI.CO.ID, Singaraja – Pengurus Muaythai Indonesia (MI) Buleleng terus memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet sebagai upaya menjaga prestasi di tingkat nasional. Program latihan terstruktur dan training center menjadi bagian dari strategi menghadapi persaingan Muaythai yang semakin merata di Indonesia.
Manajer Tim sekaligus Sekum MI Buleleng, Metariawan, mengatakan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan bidang prestasi, pelatih, dan pengurus. Menurutnya, regenerasi menjadi hal penting agar Buleleng tetap memiliki atlet yang siap bersaing pada kejuaraan nasional di masa mendatang.
“Kami sudah punya atlet saat ini untuk kejuaraan dua tahun lagi. Tetapi masih perlu proses penempaan kembali, namun sudah dipersiapkan,” kata Meta dalam Dialog Interaktif Hai Bali Ken-Ken RRI Singaraja, Kamis, 20 Agustus 2026.
Meta menjelaskan, training center menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan menghadapi kejuaraan. Melalui pemusatan latihan, pelatih dan atlet dari berbagai klub dapat menyamakan persepsi, energi, serta pola bertanding.
Hal tersebut dinilai penting karena ketika berada di atas ring, atlet harus mampu mengambil keputusan sendiri berdasarkan latihan dan instruksi yang telah diberikan sebelumnya.
Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga mental bertanding. Meta mengatakan tekanan diberikan kepada atlet secara terukur agar mereka terbiasa menghadapi situasi sulit yang kemungkinan muncul saat pertandingan.
“Mental itu tidak bisa dibentuk secara instan. Terbentuk lewat kebiasaan,” ujarnya.
Ketatnya persaingan nasional terlihat dalam Kejurnas IMC 2026 di Bekasi. MI Buleleng sempat merasa pesimis karena menghadapi ratusan fighter dari berbagai daerah dengan kualitas yang semakin merata.
Namun, hasil pertandingan justru memberikan kebanggaan setelah atlet Buleleng mampu meraih medali, termasuk Kadek Bayu Suteja yang berhasil membawa pulang medali emas.
Bayu mengaku pencapaiannya tidak terlepas dari proses panjang. Sebelum meraih emas di Kejurnas 2026, ia pernah mengalami cedera dan kegagalan yang membuatnya sempat kehilangan kepercayaan diri. Dukungan keluarga dan pelatih membuatnya kembali berlatih dan bangkit mengejar prestasi.
Meta menilai keberhasilan tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi MI Buleleng untuk meningkatkan pembinaan. Terlebih, Buleleng akan menghadapi agenda sebagai tuan rumah pada 2027.
Ia berharap masyarakat turut memberikan dukungan kepada atlet-atlet Buleleng yang sedang berjuang membawa nama daerah.
“Harapan saya untuk generasi muda Buleleng, tidak hanya dikenal lewat sebutan kota petarung, tetapi anak-anak mudanya bisa menyalurkan diri ke hal-hal positif,” ucapnya.
Menurut Meta, olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....