Jelang Final Buleleng Climbing Competition Cup, 91 Siswa SD Berebut Golden Ticket

  • 14 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 91 siswa sekolah dasar (SD) dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng mengikuti seleksi lanjutan untuk memperebutkan golden ticket menuju babak final Buleleng Climbing Competition Cup 2026. Seleksi yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin 14 September 2026, menjadi tahapan lanjutan setelah kegiatan Sosialisasi dan Pemanduan Bakat Panjat Tebing 2026.

Para peserta yang lolos seleksi akan melanjutkan perjuangan pada babak final Buleleng Climbing Competition Cup kategori SD yang dijadwalkan berlangsung pada 19-20 September 2026. Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Buleleng menjaring atlet-atlet muda potensial untuk pembinaan jangka panjang.

Ketua Harian FPTI Buleleng, Drs. I Putu Panca Adi, M.Pd., mengatakan seleksi tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi menjadi langkah awal untuk menemukan bibit atlet yang dapat memperkuat prestasi panjat tebing Buleleng. Terlebih, masih terdapat sejumlah nomor yang dinilai membutuhkan penguatan atlet. “Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini adalah untuk penjaringan calon atlet kita ke depannya, karena di beberapa nomor kita masih stagnan. Mudah-mudahan dalam proses ini kita bisa menemukan yang terbaik sesuai dengan harapan,” ujarnya.

91 Siswa SD Berebut Golden Ticket menuju Final Buleleng Climbing Competition Cup. (Foto: Humas FPTI Buleleng)

Menurutnya, tantangan berikutnya justru berada pada tahap pembinaan setelah para atlet terpilih. FPTI Buleleng berkomitmen untuk tetap melakukan pendampingan sesuai kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, sehingga atlet yang terjaring tidak berhenti hanya pada proses seleksi.

Panca Adi juga mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap perkembangan panjat tebing di Buleleng. Menjelang Buleleng menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027, hasil penjaringan ini diharapkan dapat menjadi modal pembinaan atlet secara berkelanjutan, termasuk mempersiapkan atlet usia SD dan SMP yang belum memenuhi syarat untuk berlaga di Porprov melalui ajang olahraga pelajar. “Untuk mereka yang tingkat SD dan SMP yang belum memenuhi persyaratan mengikuti Porprov, kita konsentrasikan untuk persiapan Porjar. Walaupun baru terekrut, kalau mereka punya semangat, kemampuan, rajin, dan mental yang bagus, tidak ada yang tidak mungkin,” katanya.

Sementara untuk atlet yang memiliki kemampuan lebih dan memenuhi persyaratan, FPTI Buleleng juga membuka peluang untuk diarahkan menuju persiapan Porprov. Panca Adi menyebut sejumlah atlet Buleleng yang sebelumnya direkrut melalui proses serupa telah mampu meraih medali. “Banyak atlet kita yang sudah meraih medali juga seperti itu adanya. Untuk tingkat yang lebih tinggi, kita persiapkan mereka yang direkrut dari tingkat SMP dan SMA. Kalau memang kemampuannya bagus, kenapa tidak untuk Porprov yang akan datang,” ucapnya.

Seleksi selama dua hari ini pun diharapkan tidak sekadar menghasilkan atlet terbaik, tetapi menjadi awal dari proses pembinaan yang lebih terarah. Dengan semakin banyaknya bibit muda yang terjaring, FPTI Buleleng optimistis regenerasi atlet panjat tebing dapat terus berjalan sekaligus memperkuat persiapan menghadapi berbagai ajang olahraga pelajar dan Porprov Bali mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....