Regenerasi Atlet Jadi Kunci Jaga Prestasi Panjat Tebing Buleleng
- 24 Agt 2026 06:50 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- FPTI Kabupaten Buleleng memprioritaskan regenerasi atlet panjat tebing melalui sosialisasi, pemanduan bakat, dan pembinaan sejak usia sekolah untuk menjaga keberlanjutan prestasi.
- Ketua Umum FPTI Buleleng Dr. H. Wahjoedi menekankan pentingnya peningkatan jumlah bibit atlet melalui screening dan talent scouting yang terstruktur.
- FPTI menyiapkan pelatih berlisensi dan mengembangkan fasilitas panjat tebing untuk mendukung proses pembinaan atlet secara optimal.
RRI.CO.ID, Singaraja - Regenerasi atlet menjadi perhatian Federasi Panjat Tebing Indonesia atau FPTI Kabupaten Buleleng untuk menjaga keberlanjutan prestasi. Upaya dilakukan melalui sosialisasi, pemanduan bakat, serta pembinaan atlet sejak usia sekolah.
Ketua Umum FPTI Buleleng, Dr. H. Wahjoedi mengatakan, peningkatan prestasi harus diikuti dengan penambahan bibit atlet melalui screening dan talent scouting. FPTI juga menyiapkan pelatih berlisensi serta pengembangan fasilitas panjat tebing untuk mendukung pembinaan.
"Kita perlu lakukan screening, perlu kita lakukan talent scouting, pemanduan bakat. Yang kedua dari sisi fasilitas tentu kita mengapresiasi langkah dari pimpinan daerah, KONI, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga luar biasa," ujarnya dalam dialog "Hai Bali Ken-Ken" di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata menyebut sekolah menjadi salah satu pintu masuk untuk menjaring calon atlet. FPTI diberikan ruang melakukan sosialisasi dan identifikasi bakat di satuan pendidikan, yang selanjutnya dapat diarahkan ke latihan bersama dan pembinaan.
Pemanduan bakat tidak hanya mengandalkan guru olahraga, tetapi juga melibatkan guru kelas untuk mengenali minat dan potensi peserta didik. Pembinaan kemudian dilakukan FPTI melalui pelatih yang memiliki kualifikasi.
"Kalau kita baru sebatas ekstrakurikuler. Dari sana nanti pengurus dan pelatih akan melakukan pendekatan, memberikan kesempatan kepada guru ataupun guru olahraga yang ada untuk mengenali olahraga ini. Kemudian bisa mengidentifikasi anak-anak yang memiliki potensi, kemudian dirujuk kepada FPTI untuk melakukan screening atau talent scouting" katanya.
FPTI Buleleng menargetkan pola pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pencarian bibit, pelatihan, kompetisi hingga memastikan atlet tetap memiliki masa depan setelah berprestasi. Kolaborasi antara FPTI, sekolah, pemerintah daerah, orang tua dan atlet dinilai menjadi kunci agar prestasi panjat tebing Buleleng terus berlanjut.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....