Wahjoedi: Panjat Tebing Buleleng Tak Boleh Terjebak Rutinitas Pembinaan Atlet
- 12 Jun 2026 10:29 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengkab Buleleng, Dr. H. Wahjoedi, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet usai berakhirnya Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026. Meski kontingen panjat tebing Buleleng berhasil meraih empat medali emas, enam perak, dan tujuh perunggu, hasil tersebut dinilai harus menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan ke depan.
Menurut Wahjoedi, capaian yang diraih para atlet merupakan hasil perjuangan luar biasa selama mengikuti kompetisi. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, manajer, dan ofisial yang telah bekerja keras membawa nama Buleleng pada ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut.
“Capaian tim panjat tebing Kabupaten Buleleng dalam Porjar Bali Tahun 2026 ini dengan empat medali emas, enam perak, dan tujuh medali perunggu patut diapresiasi. Ini adalah sebuah perjuangan yang luar biasa yang telah dilakukan oleh segenap kontingen dan merupakan hasil yang proporsional,” ujarnya.
Namun demikian, Wahjoedi mengingatkan bahwa persaingan antardaerah semakin ketat. Sejumlah kabupaten dan kota di Bali menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pembinaan atlet sehingga mampu meningkatkan prestasi mereka pada Porjar tahun ini.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama bagi seluruh insan panjat tebing di Buleleng. Menurutnya, diperlukan terobosan baru dalam sistem pembinaan agar prestasi yang diraih tidak stagnan dan mampu bersaing dengan daerah lain yang terus berkembang.
“Bangkitnya Kota Denpasar, Badung, Jembrana, dan Gianyar patut menjadi perhatian bersama. Ke depan Buleleng harus mengambil langkah-langkah yang lebih konkret dan tidak boleh terjebak pada rutinitas. Kita semuanya bertanggung jawab untuk segera melakukan pelatihan yang lebih progresif di masa depan,” katanya.
Wahjoedi menegaskan evaluasi tidak hanya menjadi tugas pengurus organisasi, tetapi juga melibatkan pelatih, atlet, orang tua, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung pembinaan panjat tebing di Kabupaten Buleleng. Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis prestasi Buleleng dapat kembali meningkat pada ajang-ajang mendatang.
Ia berharap hasil Porjar Bali 2026 menjadi momentum untuk memperkuat program pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, panjat tebing Buleleng dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....