Panjat Tebing Buleleng Raih 17 Medali, Finis Peringkat Empat Porjar Bali 2026

  • 12 Jun 2026 09:00 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kontingen panjat tebing Kabupaten Buleleng menutup keikutsertaannya pada Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali 2026 dengan torehan 17 medali. Berdasarkan hasil resmi yang dirilis pada 10 Juni 2026, Buleleng mengumpulkan empat medali emas, enam medali perak, dan tujuh medali perunggu sehingga menempati peringkat keempat klasemen akhir cabang olahraga panjat tebing.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan prestasi yang tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan antardaerah. Kota Denpasar keluar sebagai juara umum dengan raihan 15 emas, empat perak, dan empat perunggu. Sementara posisi kedua ditempati Badung, disusul Jembrana di peringkat ketiga.

Ketua Umum FPTI Pengkab Buleleng, Dr. H. Wahjoedi, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, manajer, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Buleleng pada ajang olahraga pelajar terbesar di Bali tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari kerja keras seluruh kontingen selama menjalani proses latihan dan pertandingan.

“Capaian tim panjat tebing Kabupaten Buleleng dalam Porjar Bali Tahun 2026 ini dengan empat medali emas, enam perak, dan tujuh medali perunggu patut diapresiasi. Ini adalah sebuah perjuangan yang luar biasa yang telah dilakukan oleh segenap kontingen dan merupakan hasil yang proporsional,” ujarnya pada Jumat, 12 Juni 2026.

Meski demikian, Wahjoedi menilai hasil tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan daya saing Buleleng pada ajang-ajang berikutnya. Ia menyoroti semakin kuatnya persaingan dari kabupaten dan kota lain yang berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dalam pembinaan atlet panjat tebing.

“Bangkitnya Kota Denpasar, Badung, Jembrana, dan Gianyar patut menjadi perhatian bersama. Ke depan Buleleng harus mengambil langkah-langkah yang lebih konkret dan tidak boleh terjebak pada rutinitas. Kita semuanya bertanggung jawab untuk segera melakukan pelatihan yang lebih progresif di masa depan,” katanya.

Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan yang selama ini terbangun di lingkungan panjat tebing Buleleng menjadi modal penting untuk melakukan pembenahan dan pengembangan prestasi. Dengan semangat yang sama, FPTI Buleleng optimistis mampu melahirkan atlet-atlet baru yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kita semua yakin kebersamaan di panjat tebing luar biasa. Ini adalah modal penting bagi kita semuanya. Dalam jangka pendek, sesuai arahan Bapak Kadis Dikpora, kami akan segera melakukan sosialisasi dan pemanduan bakat yang berlaku untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng,” ucapnya.

Program sosialisasi dan pemanduan bakat tersebut direncanakan menyasar sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng. Langkah itu dilakukan untuk memperluas jangkauan pembinaan sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan.

“Sekali lagi, kami harapkan segenap pengurus segera mengambil peran dan langkah-langkah yang lebih konkret. Sehingga sembilan kecamatan ini segera bisa kita undang untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pemanduan bakat cabang olahraga panjat tebing. Semoga Tuhan bersama kita semuanya,” ujarnya.

Dengan raihan empat emas, enam perak, dan tujuh perunggu, kontingen panjat tebing Buleleng tetap menunjukkan kapasitas sebagai salah satu kekuatan panjat tebing di Bali. Evaluasi dan pembinaan berkelanjutan yang akan dilakukan FPTI Buleleng diharapkan mampu mengangkat prestasi atlet pada Porjar Bali berikutnya serta mewujudkan target kembali bersaing di papan atas klasemen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....