Belayag Kuah: Warisan Kuliner Bali Utara yang Menggoda Selera

  • 21 Feb 2026 12:02 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Di antara deretan kuliner khas Bali, nama blayag kuah mungkin belum sepopuler ayam betutu atau babi guling. Namun bagi masyarakat Bali Utara, khususnya di wilayah Buleleng, blayag kuah adalah hidangan legendaris yang tak tergantikan. Perpaduan lontong khas, kuah gurih berbumbu lengkap, serta lauk sederhana yang kaya rasa menjadikan sajian ini istimewa.

Blayag sendiri merujuk pada lontong yang dibungkus dengan daun enau atau daun aren, kemudian direbus hingga padat dan kenyal. Bentuknya cenderung memanjang dan pipih, berbeda dengan lontong pada umumnya. Teksturnya lembut namun tetap berisi, sehingga mampu menyerap kuah dengan sempurna.

Kuah blayag menjadi kunci utama cita rasa. Berwarna kuning kemerahan, kuah ini dibuat dari campuran santan dan bumbu base genep—racikan rempah khas Bali yang terdiri dari kunyit, lengkuas, jahe, kencur, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, hingga terasi. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat aromatik.

Dalam satu porsi blayag kuah, biasanya disajikan potongan blayag yang disiram kuah hangat, dilengkapi ayam suwir berbumbu, telur pindang, kacang panjang, tauge, serta taburan serundeng. Beberapa penjual juga menambahkan sate lilit atau kerupuk kulit untuk memperkaya tekstur.

Harga seporsi blayag kuah relatif terjangkau, membuatnya digemari lintas generasi. Mulai dari pelajar, pekerja, hingga wisatawan yang ingin mencicipi kuliner autentik Bali Utara, semua bisa menikmati sajian ini tanpa harus merogoh kocek dalam.

Bagi Anda yang berkunjung ke Bali, khususnya wilayah utara, menyempatkan diri mencicipi blayag kuah adalah sebuah keharusan. Karena sekali mencoba, sulit untuk tidak kembali mencari rasa gurih yang menghangatkan itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....