Gagal Jantung Bisa Dikendalikan, Pasien Tetap Dapat Beraktivitas

  • 09 Sep 2026 07:56 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Diagnosis gagal jantung tidak menghalangi pasien untuk menjalani aktivitas sehari-hari apabila diikuti dengan pengobatan dan pengendalian faktor risiko yang baik.
  • Pola makan yang sesuai dan kontrol rutin merupakan kunci penting bagi pasien gagal jantung untuk tetap dapat beraktivitas sesuai kondisi fisiknya.
  • dr. I Ketut Susila, spesialis jantung bersertifikat, menyampaikan informasi kesehatan ini dalam program Dialog Indonesia Sehat di RRI Singaraja pada 4 September 2026.

RRI.CO.ID, Singaraja - Diagnosis gagal jantung tidak selalu berarti seseorang harus berhenti menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan pengobatan, pengendalian faktor risiko, pola makan yang sesuai, serta kontrol rutin, pasien tetap dapat menjalani aktivitas sesuai kondisi fisiknya.

Hal tersebut disampaikan dr. I Ketut Susila, Sp.JP(K)., FIHA., FAsCC, dalam Dialog Indonesia Sehat di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, kemungkinan pemulihan pasien bergantung pada penyebab gagal jantung. Apabila penyebabnya berkaitan dengan kelainan struktural yang dapat dikoreksi melalui tindakan medis, kondisi pasien dapat membaik secara signifikan. Sementara pada gangguan otot jantung tertentu, kondisi dapat dikontrol melalui pengobatan.

“Kalau memang mengenai gagal jantung sudah bukan struktural, sudah kelainan di ototnya, ya itu fungsinya sudah menurun, ya itu memang bisa dikontrol dengan obat-obatan,” ujar dr. I Ketut Susila.

Ia menegaskan, kepatuhan menjalani pengobatan dan kontrol rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pasien. Aktivitas juga perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan gagal jantung dan kemampuan fisik masing-masing pasien.

“Kalau memang sudah terdiagnosa gagal jantung, apa bisa normal? Bisa, asalkan faktor risikonya, penyakit asal bisa dikendalikan, kemudian mereka sesuai aturan dokter, minum obat teratur, diet yang dianjurkan, aktivitas yang dianjurkan,” ungkap dr. I Ketut Susila.

Ia juga mengingatkan pasien agar tidak menghentikan pengobatan hanya karena kondisi tubuh sudah terasa lebih baik. Kontrol rutin diperlukan untuk mengevaluasi kondisi pasien dan menyesuaikan terapi apabila dibutuhkan.

Di akhir dialog, dr. I Ketut Susila mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan jantung melalui pola hidup sehat dan deteksi dini.

Menurutnya, semakin cepat faktor risiko dan gangguan jantung dikenali serta ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....