Kenali Gejala Gagal Jantung sejak Dini, Sesak dan Kaki Bengkak Perlu Diwaspadai

  • 07 Sep 2026 19:37 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Gagal jantung terjadi ketika kemampuan jantung memompa darah tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi seluruh tubuh.
  • Dokter Spesialis Jantung dr. I Ketut Susila menekankan pentingnya mengenali gejala gagal jantung sejak dini untuk pencegahan lebih lanjut.
  • Edukasi kesehatan tentang gagal jantung disampaikan melalui program Dialog Indonesia Sehat di RRI Singaraja pada 4 September 2026.

RRI.CO.ID, Singaraja - Masyarakat diimbau mengenali gejala gagal jantung sejak dini. Kondisi ini dapat terjadi ketika kemampuan jantung memompa darah tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi seluruh tubuh.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Jantung, dr. I Ketut Susila, Sp.JP(K)., FIHA., FAsCC, dalam Dialog Indonesia Sehat di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, gagal jantung dapat menjadi tahap akhir dari berbagai penyakit jantung apabila tidak ditangani dengan baik. Faktor pemicunya antara lain penyakit jantung bawaan, penyakit jantung reumatik, penyakit jantung koroner, diabetes, kelainan katup jantung, hingga gangguan pada otot jantung.

“Jadi fungsi jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi di seluruh tubuh. Jantunglah yang punya peran memompa. Kalau terjadi kondisi dimana kemampuan ini menurun, itulah disebut gagal jantung,” jelas dr. I Ketut Susila.

Ia menambahkan, salah satu gejala yang perlu diperhatikan adalah sesak napas. Keluhan tersebut dapat muncul saat melakukan aktivitas ringan, bahkan ketika seseorang berbaring atau tidur.

“Salah satu gejala dari gagal jantung itu adalah sesak. Begitu ada keluhan itu tolong hati-hati. Bukan berarti semua sesak gagal jantung, tetapi kalau ada seperti itu, tolong hati-hati,” ujar dr. I Ketut Susila.

Selain sesak, pembengkakan pada kaki maupun perut juga dapat menjadi tanda gagal jantung. Kondisi tersebut terjadi karena kemampuan jantung memompa darah berkurang sehingga cairan dapat menumpuk di jaringan tubuh.

Masyarakat yang mengalami gejala atau memiliki faktor risiko penyakit jantung pun dianjurkan tidak menunda pemeriksaan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....