Fakta Kerokan, Efektif tapi Perlu Bijak
- 06 Mei 2026 18:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kerokan menjadi salah satu metode tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia untuk meredakan gejala “masuk angin”. Meski sering dianggap sekadar kebiasaan turun-temurun, praktik ini ternyata memiliki penjelasan secara medis.
Secara ilmiah, kerokan dapat membantu meredakan gejala seperti pegal, kembung, hingga meriang. Proses gesekan menggunakan koin pada permukaan kulit memicu pelebaran pembuluh darah atau vasodilatasi, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Hal ini membantu otot yang tegang menjadi lebih rileks dan memberikan sensasi nyaman pada tubuh.
Selain itu, efek hangat yang muncul dari gesekan tersebut juga berkontribusi dalam memberikan rasa lega. Tubuh akan terasa lebih ringan karena terjadi pelepasan hormon endorfin, yaitu hormon yang berperan dalam mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan rasa nyaman.
Namun, masih banyak anggapan keliru di masyarakat terkait warna merah yang muncul setelah kerokan. Warna tersebut bukanlah tanda “angin keluar” dari tubuh, melainkan akibat pecahnya pembuluh darah kapiler kecil di bawah kulit. Semakin merah warnanya, berarti semakin banyak pembuluh kapiler yang terdampak oleh gesekan.
Meski memiliki manfaat, kerokan tetap perlu dilakukan secara bijak. Jika dilakukan terlalu sering atau terlalu keras, kerokan dapat membuka pori-pori kulit secara berlebihan. Kondisi ini berisiko meningkatkan kemungkinan masuknya bakteri atau virus ke dalam tubuh.
Para ahli juga menegaskan bahwa kerokan bukanlah pengobatan utama. Metode ini hanya membantu meredakan gejala sementara, bukan menyembuhkan penyebab utama penyakit. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gejala serius seperti nyeri dada atau sesak napas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.
Dengan memahami fakta-fakta ini, masyarakat diharapkan dapat tetap memanfaatkan kerokan secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, tanpa mengabaikan penanganan medis yang lebih tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....