Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Bisa Berdampak Serius bagi Kesehatan

  • 07 Mei 2026 16:26 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Mendengkur saat tidur sering dianggap hal biasa. Namun, jika disertai napas yang berhenti sesaat, rasa tercekik saat tidur, hingga kantuk berlebihan di siang hari, kondisi tersebut bisa menjadi tanda sleep apnea atau apnea tidur.

Sleep apnea adalah gangguan tidur serius yang menyebabkan pernapasan berhenti sementara secara berulang saat seseorang sedang tidur. Kondisi ini membuat kualitas istirahat menjadi terganggu dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika tidak ditangani.

Secara umum, terdapat tiga jenis sleep apnea. Yang paling sering terjadi adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA), yaitu penyumbatan saluran napas akibat otot tenggorokan terlalu rileks saat tidur.

Jenis lainnya adalah Central Sleep Apnea (CSA), yang terjadi ketika otak gagal mengirim sinyal dengan baik ke otot pernapasan. Selain itu, ada juga Complex Sleep Apnea, yaitu kombinasi antara tipe obstruktif dan sentral.

Gejala sleep apnea cukup beragam. Mulai dari mendengkur keras secara kronis, terbangun dengan kondisi tersedak atau terengah-engah, mulut kering saat bangun tidur, sakit kepala di pagi hari, hingga rasa lelah berlebihan sepanjang hari meskipun sudah tidur cukup lama.

Kondisi ini juga dapat membuat seseorang sulit fokus, mudah mengantuk, bahkan mengalami penurunan konsentrasi dan daya ingat.

Beberapa faktor diketahui meningkatkan risiko sleep apnea. Salah satunya adalah obesitas, karena lemak berlebih di area leher dapat mempersempit saluran napas.

Selain itu, struktur rahang atau tenggorokan yang sempit, usia lanjut, jenis kelamin pria, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga penggunaan obat penenang juga dapat memicu gangguan ini.

Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat menyebabkan komplikasi serius. Mulai dari tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, serangan jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan sleep study atau polisomnografi. Tes ini dilakukan untuk memantau pola tidur, pernapasan, denyut jantung, dan kadar oksigen selama tidur.

Salah satu penanganan yang umum digunakan adalah alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Alat ini membantu menjaga saluran napas tetap terbuka dengan mengalirkan udara melalui masker saat tidur.

Selain itu, perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, tidur dengan posisi miring, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol juga sangat membantu mengurangi gejala sleep apnea.

Jika seseorang mengalami mendengkur keras disertai rasa sesak atau kantuk berlebihan di siang hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....