Diet tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun? Ini Penyebab Utamanya!
- 20 Agt 2026 22:00 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Sudah mengurangi nasi, menahan keinginan makan makanan manis, bahkan rutin berolahraga, tetapi angka di timbangan justru sulit bergerak? Kondisi ini cukup sering membuat seseorang merasa dietnya gagal.
Namun, kegagalan menurunkan berat badan tidak selalu berarti seseorang kurang disiplin. Dikutip dari beberapa sumber, berikut sejumlah kebiasaan dan faktor tubuh yang justru membuat program diet sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
1. Diet Terlalu Ketat sejak Awal
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memangkas makanan secara drastis. Seseorang bisa sangat ketat selama beberapa hari, tetapi kemudian merasa lapar berlebihan dan akhirnya makan lebih banyak. Pola seperti ini membuat diet sulit dipertahankan. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menekankan bahwa kunci penurunan berat badan adalah memilih pola makan sehat yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
2. Merasa Sudah Diet, tetapi Tidak Menyadari Kalori dari Minuman dan Camilan
Makanan utama mungkin sudah dikurangi, tetapi kalori dari kopi susu, minuman manis, saus, gorengan, biskuit, atau camilan kecil yang dikonsumsi berkali-kali bisa menumpuk. Karena porsinya kecil, makanan tersebut sering tidak dianggap sebagai bagian dari asupan harian. Padahal, total energi yang masuk tetap berpengaruh terhadap berat badan. Untuk itu, penting memperhatikan asupan kalori sekaligus memastikan tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
3. Menganggap Olahraga Bisa "Membayar" Pola Makan
Berolahraga tentu memiliki banyak manfaat. Namun, olahraga bukan berarti seseorang bebas makan tanpa memperhatikan jumlah dan kualitas makanan. Program penurunan berat badan yang sehat umumnya menggabungkan pola makan sehat dengan aktivitas fisik secara konsisten.
4. Target Terlalu Cepat
Ingin turun 10 kilogram dalam waktu singkat memang terdengar menarik. Sayangnya, target yang terlalu agresif dapat membuat seseorang cepat frustrasi ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut, penurunan berat badan secara bertahap, sekitar 0,45–0,9 kilogram per minggu, lebih mungkin dipertahankan dibandingkan penurunan berat badan yang terlalu cepat.
5. Mengabaikan Tidur dan Stres
Diet bukan hanya soal makanan. Kurang tidur, stres, rutinitas yang berantakan, dan kurang aktivitas fisik juga dapat memengaruhi pengelolaan berat badan. CDC mencatat bahwa tidur, stres, kondisi medis, obat-obatan, hormon, usia, genetik, dan lingkungan dapat ikut memengaruhi berat badan. Karena itu, seseorang bisa saja sudah memperbaiki pola makan tetapi masih kesulitan mencapai target jika faktor lainnya tidak diperhatikan.
Alih-alih mencari diet yang paling ekstrem, pilih pola makan yang realistis dan bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dengan perubahan sederhana seperti mengatur porsi makan, memperbanyak makanan bergizi, membatasi makanan dan minuman tinggi gula, tetap aktif bergerak, tidur cukup, mengelola stres, serta melakukan evaluasi secara berkala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....