Terapi Baru Obesitas Diklaim Mampu Turunkan Berat Badan Signifikan

  • 21 Jul 2026 13:13 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Obesitas masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan berat badan berlebih, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga gangguan jantung. Berdasarkan data World Obesity Federation's Global Obesity Observatory, Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan tingkat obesitas tertinggi di kawasan ASEAN dengan prevalensi mencapai 11,52 persen.

Kabar positif datang dari perkembangan dunia medis yang menghadirkan terapi baru bagi penderita obesitas. Dalam ajang European Congress on Obesity (ECO) 2026, para peneliti memaparkan hasil penggunaan obat Wegovy dosis 7,2 miligram. Terapi tersebut menunjukkan sebagian pasien mampu menurunkan berat badan rata-rata hingga 27,7 persen setelah menjalani pengobatan selama 72 minggu.

Meski demikian, hasil tersebut tidak berlaku untuk seluruh pasien. Penurunan berat badan hingga 27,7 persen hanya dialami sekitar satu dari empat pasien yang memberikan respons cepat terhadap terapi. Sementara itu, pasien lainnya tetap mengalami penurunan berat badan rata-rata sebesar 15,4 persen yang dinilai tetap memberikan manfaat klinis.

Para ahli menilai perbedaan hasil tersebut merupakan hal yang wajar dalam dunia medis. Respons setiap pasien terhadap terapi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi tubuh, metabolisme, hingga gaya hidup yang dijalani. Karena itu, terapi obat tetap perlu dibarengi dengan pola makan sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta pemantauan tenaga kesehatan.

Perkembangan terapi ini memberikan harapan baru dalam penanganan obesitas yang selama ini menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penggunaan obat penurun berat badan tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan harus berdasarkan rekomendasi dokter. Pendekatan yang menyeluruh tetap menjadi kunci untuk mencapai berat badan ideal sekaligus menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....