Benarkah Minum Air Es Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik?
- 20 Jul 2026 08:55 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan air es secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan, meskipun banyak orang percaya pada mitos ini.
- Air putih baik dalam kondisi dingin maupun suhu ruang sama-sama tidak mengandung kalori, sehingga tidak akan menambah lemak di tubuh.
- Mitos tentang air es membuat gemuk membuat banyak orang yang menjalani program diet sengaja menghindari minuman dingin, padahal hal ini tidak memiliki dasar ilmiah.
RRI.CO.ID, Singaraja - Masih banyak orang yang percaya bahwa minum air es bisa membuat berat badan naik. Tak sedikit pula yang sengaja menghindari minuman dingin saat sedang menjalani program diet. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Faktanya, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa air es secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan. Air putih, baik dingin maupun suhu ruang, sama-sama tidak mengandung kalori. Artinya, minum air es tidak akan menambah lemak di tubuh.
Lalu, dari mana mitos ini berasal?
| Baca juga: Mengenal Purin dan Penyebab Asam Urat Tinggi |
Banyak orang mengira bahwa suhu dingin membuat lemak dari makanan menjadi membeku di dalam tubuh sehingga memicu kenaikan berat badan. Padahal, sistem pencernaan manusia bekerja pada suhu tubuh sekitar 37 derajat Celsius. Saat air es masuk ke lambung, suhunya akan segera menyesuaikan dengan suhu tubuh, sehingga tidak membuat lemak "membeku" atau menumpuk.
Menariknya, beberapa penelitian justru menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan sedikit energi untuk menghangatkan air dingin hingga mencapai suhu tubuh. Kalori yang dibakar memang sangat kecil, sehingga tidak bisa dijadikan cara utama untuk menurunkan berat badan, tetapi hal ini membuktikan bahwa air es bukanlah penyebab kegemukan.
Lalu, mengapa ada orang yang merasa berat badannya naik setelah sering minum minuman dingin?
Jawabannya bukan karena esnya, melainkan isi minumannya. Es teh manis, kopi susu kekinian, soda, boba, hingga berbagai minuman kekinian umumnya mengandung gula dan kalori yang tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman inilah yang berpotensi menyebabkan berat badan naik, bukan es batu yang ada di dalamnya.
Selain itu, berat badan bertambah ketika jumlah kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang dibakar setiap hari. Jadi, pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga gaya hidup jauh lebih berpengaruh dibandingkan suhu air yang diminum.
Bahkan, bagi sebagian orang, minum air dingin saat cuaca panas atau setelah berolahraga dapat membantu tubuh terasa lebih segar dan menjaga kecukupan cairan. Meski begitu, beberapa orang dengan kondisi tertentu, seperti memiliki gigi sensitif atau mudah mengalami tenggorokan tidak nyaman, mungkin lebih cocok mengonsumsi air pada suhu ruang.
Jadi, benarkah minum air es menyebabkan berat badan naik? Jawabannya adalah tidak yaaa. Air es tidak mengandung kalori dan tidak membuat lemak menumpuk di dalam tubuh. Yang perlu diwaspadai justru minuman manis yang sering disajikan bersama es.
Kalau ingin menjaga berat badan tetap ideal, fokuslah pada pola makan yang seimbang, rutin bergerak, cukup tidur, dan memperbanyak konsumsi air putih, baik dingin maupun suhu ruang. Pada akhirnya, yang menentukan angka di timbangan bukanlah esnya, melainkan kebiasaan sehari-hari yang kita jalani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....