Syarat Donor Darah yang Perlu Diketahui Calon Pendonor

  • 14 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa. Darah yang didonorkan sangat dibutuhkan oleh pasien yang mengalami kecelakaan, menjalani operasi, ibu melahirkan dengan komplikasi, hingga penderita penyakit tertentu yang memerlukan transfusi darah secara rutin. Karena berkaitan langsung dengan kesehatan manusia, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum seseorang dapat mendonorkan darahnya.

Secara umum, calon pendonor darah harus berusia antara 17 hingga 60 tahun untuk donor pertama dan memiliki berat badan minimal 45 kilogram. Selain itu, kondisi tubuh juga harus dalam keadaan sehat, tidak sedang mengalami demam, batuk, atau merasa lemas. Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting untuk memastikan donor darah dapat dilakukan dengan aman bagi pendonor maupun penerima darah.

Tekanan darah calon pendonor juga harus berada dalam rentang normal, yaitu sekitar 90/60 hingga 150/80 mmHg. Kadar hemoglobin atau Hb darah juga akan diperiksa sebelum donor dilakukan. Umumnya, kadar hemoglobin yang diperbolehkan berada pada kisaran 12,5 hingga 17 gram per desiliter. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tubuh memiliki cukup sel darah merah sehingga proses donor tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Bagi wanita, donor darah tidak dianjurkan saat sedang hamil, menyusui, atau menstruasi. Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti gangguan jantung, kanker, diabetes yang tidak terkontrol, gangguan fungsi ginjal, tuberkulosis, atau penyakit menular seperti HIV/AIDS, hepatitis, sifilis, dan malaria umumnya tidak diperbolehkan menjadi pendonor darah.

Calon pendonor juga perlu memperhatikan jarak waktu sejak donor terakhir. Secara umum, donor darah dapat dilakukan kembali setelah melewati masa tunggu yang telah ditentukan sesuai ketentuan medis. Selain itu, seseorang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, baru menjalani pengobatan khusus, atau memiliki gangguan pembekuan darah juga perlu berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mendonorkan darah.

Sebelum donor dilakukan, pendonor dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan baik. Istirahat yang cukup, memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari makanan tinggi lemak dapat membantu menjaga kualitas darah yang akan didonorkan. Aktivitas fisik yang terlalu berat dan konsumsi alkohol juga sebaiknya dihindari sebelum proses donor darah.

Selain membantu orang lain, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa donor darah secara rutin dapat membantu merangsang pembentukan sel darah baru, menjaga kesehatan jantung, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan mental karena adanya rasa puas setelah melakukan tindakan kemanusiaan. Dengan memenuhi syarat yang telah ditetapkan, donor darah dapat menjadi aktivitas yang aman sekaligus bermanfaat bagi banyak orang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....