Lima Hal yang Perlu Dilakukan setelah Donor Darah
- 14 Jun 2026 20:49 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima transfusi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor. Meski demikian, tubuh tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah sejumlah darah diambil. Oleh karena itu, penting bagi pendonor untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah donor darah agar proses pemulihan berjalan optimal dan tubuh tetap bugar.
Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan setelah donor darah adalah menjaga kecukupan cairan tubuh. Saat mendonorkan darah, tubuh kehilangan sebagian cairan yang perlu segera digantikan. Karena itu, pendonor dianjurkan memperbanyak minum air putih selama 24 jam setelah donor. Minuman yang mengandung elektrolit juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sebaliknya, konsumsi minuman beralkohol atau berkafein sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Selain menjaga asupan cairan, pendonor juga disarankan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Olahraga intensitas tinggi, mengangkat beban berat, atau pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra sebaiknya ditunda sementara. Tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri setelah kehilangan sebagian volume darah. Aktivitas yang terlalu berat dapat meningkatkan risiko pusing, lemas, bahkan pingsan, terutama pada beberapa jam pertama setelah donor.
Perawatan pada area bekas tusukan jarum juga tidak kalah penting. Perban yang dipasang setelah donor sebaiknya tetap dibiarkan menempel selama beberapa jam untuk membantu menghentikan perdarahan dan mengurangi risiko memar. Jika masih terjadi rembesan darah, tekan area tersebut dengan lembut menggunakan tangan yang bersih dan posisikan lengan lebih tinggi dari jantung hingga perdarahan berhenti.
Istirahat sejenak setelah donor darah juga menjadi langkah yang dianjurkan. Sebagian besar lokasi donor menyediakan area istirahat bagi pendonor untuk duduk santai selama 10 hingga 15 menit sambil menikmati makanan ringan dan minuman. Waktu istirahat ini membantu tubuh menyesuaikan diri terhadap perubahan volume darah sekaligus mengurangi kemungkinan munculnya rasa pusing atau lemas setelah donor.
Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Makanan yang kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, bayam, dan kacang-kacangan sangat dianjurkan untuk membantu pembentukan sel darah merah baru. Agar penyerapan zat besi lebih optimal, pendonor juga dapat mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, stroberi, atau kiwi.
Dengan memperhatikan kebutuhan cairan, menghindari aktivitas berat, menjaga area bekas donor, beristirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi, tubuh dapat pulih lebih cepat setelah donor darah. Langkah-langkah sederhana ini akan membantu pendonor tetap sehat dan siap kembali menjalani aktivitas sehari-hari sambil terus berkontribusi dalam membantu sesama melalui donor darah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....