Indonesia Peringkat Kedua Dunia Kasus TBC, Buleleng Tertinggi Kedua di Bali
- 11 Jun 2026 07:31 WIB
- Singaraja
RRI,CO.ID, Singaraja - Indonesia masih menempati peringkat kedua negara dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia setelah India. Sementara di Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng berada pada posisi kedua jumlah kasus TBC terbanyak setelah Kota Denpasar. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam upaya percepatan eliminasi TBC tahun 2030.
Hal tersebut disampaikan dokter umum RSU Karya Dharma Husada, dr. Herlisa Adeliade Victorina Tuuk dalam dialog Indonesia Sehat bertopik "Waspada TBC Sejak Dini" yang berlangsung di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut dr. Herlisa, berdasarkan data yang dipaparkan dalam dialog, Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari satu juta kasus TBC setiap tahun sehingga menempatkannya sebagai negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia.
"Indonesia saat ini masih berada di posisi kedua dunia untuk kasus TBC. Artinya, penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan yang sangat serius dan perlu mendapat perhatian bersama." ujar dr. Herlisa dalam dialog Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 5 Juni 2026.
Di tingkat daerah, Buleleng juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kabupaten ini tercatat berada pada urutan kedua kasus TBC terbanyak di Bali, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penemuan kasus secara aktif.
"Posisi Buleleng yang berada di peringkat kedua kasus TBC di Bali menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini harus terus ditingkatkan." kata dr. Herlisa menambahkan.
Ia menjelaskan gejala TBC yang perlu diwaspadai antara lain batuk selama lebih dari dua minggu, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam berkepanjangan, serta berkeringat pada malam hari.
Selain deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan TBC. Pasien diimbau menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan agar terhindar dari risiko TBC resistan obat yang lebih sulit ditangani.
Melalui edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat, diharapkan angka kasus TBC di Indonesia maupun Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan guna mendukung target eliminasi TBC tahun 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....