Deteksi Dini Jadi Kunci Tekan Kasus TBC di Buleleng
- 11 Jun 2026 07:27 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Upaya deteksi dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Buleleng yang saat ini menempati peringkat kedua kasus TBC tertinggi di Bali. Dengan menemukan kasus lebih cepat, penderita dapat segera menjalani pengobatan sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Hal tersebut disampaikan dokter umum dr. Herlisa Adeliade Victorina Tuuk dalam dialog Indonesia Sehat bertajuk "Waspada TBC Sejak Dini" di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Jumat, 5 juni 2026.
Menurut dr. Herlisa, masyarakat perlu mengenali gejala awal TBC agar tidak terlambat mendapatkan penanganan. Gejala yang paling umum adalah batuk berdahak yang berlangsung lebih dari dua minggu, yang sering kali dianggap sebagai penyakit biasa.
"Bila mengalami batuk selama lebih dari dua minggu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu hingga kondisinya semakin parah." kata dr. Herlisa.
Selain batuk berkepanjangan, masyarakat juga perlu mewaspadai gejala lain seperti demam yang tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, hilangnya nafsu makan, tubuh mudah lelah, dan keringat berlebih pada malam hari.
Ia menjelaskan, deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Melalui pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan dapat memastikan apakah seseorang terinfeksi TBC sehingga pengobatan dapat segera dimulai.
"Semakin cepat ditemukan, semakin cepat diobati. Hal ini penting bukan hanya untuk kesembuhan pasien, tetapi juga untuk memutus rantai penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat." ujar dr. Herlisa.
Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia masih berada pada peringkat kedua negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia setelah India. Sementara di Bali, Kabupaten Buleleng menempati posisi kedua jumlah kasus TBC terbanyak setelah Kota Denpasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....