Egg Freezing Punya Risiko yang Perlu Dipahami Perempuan
- 28 Mei 2026 15:18 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Egg freezing atau pembekuan sel telur memang menjadi salah satu teknologi reproduksi modern yang semakin diminati. Meski menawarkan peluang untuk menunda kehamilan dan menjaga kesuburan di masa depan, prosedur ini juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami sebelum dijalani.
Salah satu risiko utama muncul pada tahap stimulasi ovarium. Dalam proses ini, pasien akan mendapatkan suntikan hormon untuk merangsang produksi sel telur dalam jumlah lebih banyak. Penggunaan hormon tersebut dapat memicu efek samping seperti perubahan suasana hati, kembung, nyeri payudara, hingga gejala mirip sindrom pramenstruasi atau PMS.
Selain itu, terdapat risiko Sindrom Hiperstimulasi Ovarium atau OHSS. Kondisi ini terjadi ketika ovarium bereaksi berlebihan terhadap obat hormon sehingga menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri. Pada beberapa kasus, OHSS juga dapat memicu mual, muntah, hingga penumpukan cairan di area perut. Meski sebagian besar kasus tergolong ringan, kondisi ini tetap perlu mendapat pengawasan medis.
Tahap pengambilan sel telur juga memiliki risiko tersendiri karena dilakukan menggunakan prosedur medis dengan bantuan anestesi. Dalam proses tersebut, dokter menggunakan jarum khusus untuk mengambil sel telur dari ovarium. Risiko yang mungkin terjadi meliputi cedera akibat jarum, infeksi, maupun efek samping anestesi. Setelah prosedur selesai, pasien juga dapat mengalami kram perut, bercak darah ringan, atau rasa tidak nyaman sementara.
Di sisi lain, egg freezing tidak dapat menjamin keberhasilan kehamilan di masa depan. Sel telur yang dibekukan tetap memiliki kemungkinan mengalami kerusakan selama proses pembekuan maupun pencairan kembali. Faktor usia saat pembekuan, kualitas sel telur, hingga kondisi kesehatan juga memengaruhi peluang keberhasilan program kehamilan nantinya.
Jika sel telur digunakan di masa depan, proses kehamilan umumnya tetap memerlukan prosedur IVF atau bayi tabung yang juga memiliki risiko tersendiri. Karena itu, penting bagi setiap perempuan untuk memahami bahwa egg freezing bukan jaminan pasti untuk memiliki anak, melainkan salah satu pilihan reproduksi yang peluang keberhasilannya dipengaruhi banyak faktor.
Sebelum menjalani prosedur ini, konsultasi dengan dokter spesialis fertilitas sangat dianjurkan agar pasien memahami manfaat, risiko, biaya, serta kondisi kesehatan yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....