Egg Freezing Jadi Pilihan Menunda Kehamilan Masa Kini

  • 27 Mei 2026 21:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Egg freezing atau pembekuan sel telur menjadi salah satu teknologi reproduksi yang kini semakin dikenal masyarakat. Prosedur ini dilakukan untuk mengawetkan sel telur agar dapat digunakan di masa depan, baik untuk menunda kehamilan maupun menjaga peluang memiliki anak di kemudian hari. Teknologi ini juga sering dipilih oleh perempuan yang ingin melindungi kesuburan akibat faktor usia, kondisi kesehatan, maupun alasan pribadi lainnya.

Dalam prosedurnya, egg freezing dilakukan melalui beberapa tahapan medis. Proses dimulai dengan stimulasi ovarium menggunakan hormon agar tubuh menghasilkan lebih banyak sel telur matang. Setelah itu, dokter akan mengambil sel telur melalui prosedur medis khusus sebelum dilakukan pembekuan cepat atau vitrifikasi agar kualitas sel telur tetap terjaga selama penyimpanan.

Sel telur yang telah dibekukan kemudian disimpan dalam nitrogen cair dengan suhu sangat rendah. Dengan metode ini, sel telur dapat bertahan selama bertahun-tahun hingga nantinya digunakan dalam program kehamilan. Ketika pemilik sel telur siap untuk hamil, sel telur akan dicairkan kembali lalu dibuahi melalui prosedur fertilisasi seperti bayi tabung.

Keberhasilan egg freezing dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, terutama usia saat proses pembekuan dilakukan. Banyak ahli menyebut peluang keberhasilan cenderung lebih tinggi jika prosedur dilakukan sebelum usia 35 tahun karena kualitas sel telur masih lebih baik. Selain usia, jumlah sel telur yang dibekukan juga memengaruhi peluang keberhasilan kehamilan di masa depan.

Secara umum, dokter biasanya menyarankan pembekuan sekitar 15 hingga 20 sel telur untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan. Meski begitu, hasil setiap individu dapat berbeda tergantung kondisi kesehatan, kualitas sel telur, hingga respons tubuh terhadap proses stimulasi hormon.

Kini, egg freezing mulai dipandang sebagai salah satu pilihan reproduksi modern yang memberi perempuan lebih banyak kendali dalam merencanakan masa depan. Namun sebelum menjalani prosedur ini, konsultasi dengan dokter spesialis tetap diperlukan agar setiap tahapan dilakukan sesuai kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing individu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....