Jangan Pernah Makan Telur dengan 3 Makanan Ini, Simak Penjelasannya
- 17 Apr 2026 08:46 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Telur dikenal sebagai salah satu makanan bergizi yang kaya protein dan banyak dikonsumsi masyarakat sebagai menu sarapan maupun lauk harian. Namun, konsumsi telur juga perlu memperhatikan kombinasi makanan pendamping agar manfaat gizinya tetap optimal.
Melalui kanal YouTube Sehat Itu Menyenangkan, dr. Agus Setiawan dalam video berjudul "Jangan Pernah Makan Telur Dengan 3 Makanan Ini! Jadi Racun Penghancur Ginjal No. 1" menjelaskan beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan telur, yakni ubi jalar, buah kesemek, dan teh pekat.
Menurut penjelasannya, kombinasi telur dengan ubi jalar dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan bagi sebagian orang. Bagi para lanjut usia atau mereka yang memiliki fungsi ginjal menurun, mengkonsumsi ubi jalar bersama telur rebus setiap pagi dinilai dapat menambah beban kerja ginjal.
“Ginjal tidak akan menunjukkan gejala apa pun meskipun separuhnya sudah rusak. Jika Anda berusia 60 tahun ke atas, Anda harus menganggap bahwa fungsi ginjal sudah menurun hampir setengahnya dibandingkan saat masih muda,” ujarnya.
“Dalam kondisi seperti itu memakan ubi jalar yang merupakan bongkalium bersama dengan telur yang merupakan gumpalan protein setiap pagi, sama saja dengan memaksa ginjal yang sudah kelelahan dan ingin beristirahat untuk bangun dan memikul beban berat. Jantung akan menyatakan mogok kerja dan bayarannya adalah nyawa anda,” katanya melanjutkan.
Sementara buah kesemek disebut memiliki kandungan tanin yang dapat memengaruhi proses pencernaan jika dikonsumsi bersama makanan berprotein tinggi. Selain itu, teh pekat juga dinilai kurang tepat diminum bersamaan saat makan telur. Kandungan tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan sejumlah nutrisi, sehingga disarankan memberi jeda waktu setelah makan sebelum mengonsumsi teh.
Meski demikian, para ahli gizi menekankan bahwa telur tetap merupakan makanan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari pola makan seimbang. Klaim mengenai “racun penghancur ginjal” sebaiknya dipahami sebagai peringatan agar masyarakat lebih bijak mengatur pola makan, bukan diartikan secara mutlak.
Sebagai pilihan yang lebih baik, telur dapat dipadukan dengan sayuran seperti brokoli kukus, tomat matang, atau bawang bombay untuk menambah serat, vitamin, dan antioksidan. Masyarakat yang memiliki riwayat gangguan ginjal, hipertensi, atau penyakit metabolik lainnya disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai pola makan yang sesuai. Dengan memperhatikan porsi, cara pengolahan, dan kombinasi makanan, telur tetap bisa menjadi bagian dari menu sehat sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....