Begadang jadi Lifestyle Gen Z, tapi Kesehatan Diam-Diam Dipertaruhkan

  • 21 Mei 2026 09:15 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Buat banyak anak muda sekarang, begadang sudah seperti bagian dari rutinitas. Ada yang masih ngerjain tugas sampai tengah malam, binge watch series favorit, main game, scrolling media sosial, atau sekadar menikmati suasana malam yang terasa lebih tenang. Kadang justru malam jadi waktu paling nyaman buat “healing” setelah seharian capek beraktivitas.

Tapi tanpa sadar, kebiasaan begadang sebenarnya bikin tubuh bekerja lebih keras dari biasanya. Sesekali tidur larut mungkin terasa biasa aja, tapi kalau terus dilakukan tanpa istirahat yang cukup, efeknya pelan-pelan mulai terasa ke kesehatan fisik maupun mental.

Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah badan jadi gampang capek dan susah fokus. Saat jam tidur berkurang, otak nggak punya waktu cukup untuk memulihkan energi. Akibatnya, pas bangun tubuh terasa lemas, mata berat, gampang ngantuk, bahkan konsentrasi saat belajar atau kerja jadi menurun.

Nggak cuma itu, kurang tidur juga berpengaruh ke kondisi emosional. Orang yang sering begadang biasanya jadi lebih sensitif, gampang bad mood, emosinya naik turun, bahkan lebih mudah stres. Hal-hal kecil yang biasanya bisa dihadapi santai jadi terasa lebih berat saat tubuh kurang istirahat.

Dari sisi kesehatan fisik, dampaknya juga nggak bisa dianggap sepele. Sistem imun tubuh bisa melemah sehingga badan lebih gampang sakit. Kebiasaan tidur larut malam juga berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, gangguan metabolisme, tekanan darah tinggi, sampai masalah kesehatan jantung kalau terjadi dalam jangka panjang.

Yang sering bikin panik anak muda tentu perubahan di wajah. Kurang tidur bisa bikin kulit terlihat kusam, muncul mata panda, wajah tampak lebih lelah, bahkan jerawat lebih gampang muncul. Soalnya saat tidur, tubuh sebenarnya sedang melakukan proses regenerasi, termasuk memperbaiki kondisi kulit.

Meski tahu dampaknya, banyak Gen Z tetap sulit lepas dari kebiasaan begadang. Kadang malam terasa jadi satu-satunya waktu untuk menikmati ketenangan, me time, atau melakukan hal yang disukai tanpa gangguan. Tapi kalau terus-terusan mengorbankan waktu tidur, kualitas hidup juga bisa ikut terganggu.

Mulai menjaga pola tidur sebenarnya bisa dilakukan dari hal sederhana. Misalnya mengurangi main ponsel sebelum tidur, mencoba tidur di jam yang lebih teratur, dan memberi waktu tubuh untuk benar-benar beristirahat.

Karena pada akhirnya, tidur cukup bukan cuma soal istirahat. Tapi juga cara paling sederhana buat menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat di tengah hidup yang makin sibuk dan serba cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....