Kenapa Sih Kita Bisa Mabuk di Mobil? Padahal Nggak Ngapa-ngapain

  • 30 Apr 2026 02:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pernah nggak sih kamu lagi semangat jalan-jalan, tapi baru setengah perjalanan udah mulai pusing, mual, sampai keringat dingin? Yup, itu yang biasa kita sebut “mabuk perjalanan”. Dan tenang, kamu nggak sendiri, banyak banget orang ngalamin hal yang sama, termasuk yang sebenarnya suka traveling.

Secara sederhana, mabuk perjalanan itu terjadi karena otak kita “bingung”. Jadi gini, tubuh kita punya sistem keseimbangan yang kerja bareng: mata, telinga bagian dalam, dan otot-otot tubuh. Nah, pas kita naik mobil, terutama kalau duduk sambil main HP atau baca, mata kita melihat sesuatu yang diam. Tapi di saat yang sama, telinga bagian dalam kita ngerasain kalau tubuh lagi bergerak. Dari situ, otak jadi kayak dapat dua sinyal yang nggak sinkron, akhirnya muncul reaksi seperti mual, pusing, bahkan muntah.

Makanya, orang yang sering lihat layar saat di mobil biasanya lebih gampang mabuk. Sama juga kalau duduk di kursi belakang karena kita kurang bisa lihat arah jalan secara jelas, jadi tubuh makin susah “menyamakan persepsi” antara yang dilihat dan yang dirasakan.

Selain itu, kondisi fisik juga berpengaruh. Lagi capek, kurang tidur, atau perut kosong bisa bikin tubuh lebih sensitif. Bau-bauan di dalam mobil seperti parfum yang terlalu kuat atau aroma makanan juga bisa jadi pemicu tambahan.

Menariknya, faktor psikologis juga ikut main. Kalau dari awal kamu udah “takut mabuk”, tubuh bisa jadi lebih cepat bereaksi. Jadi bukan cuma soal fisik, tapi juga pikiran yang ikut membentuk pengalaman itu sendiri.

Tapi kabar baiknya, mabuk perjalanan itu bisa diminimalisir. Duduk di depan atau dekat jendela, lihat ke arah jalan, hindari main HP terlalu lama, dan pastikan tubuh dalam kondisi fit sebelum berangkat. Beberapa orang juga terbantu dengan mengunyah permen, minum jahe hangat, atau sekadar buka jendela biar dapat udara segar.

Jadi, mabuk perjalanan itu bukan karena kamu lemah atau “nggak kuat jalan jauh”. Itu murni reaksi alami tubuh yang lagi berusaha menyesuaikan diri. Tinggal gimana kita kenali pemicunya, dan cari cara paling nyaman buat tubuh kita sendiri.

Karena pada akhirnya, perjalanan itu harusnya dinikmati bukan jadi perjuangan nahan mual sepanjang jalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....