Susah Lepas dari Begadang? Ini Cara Pelan-Pelan Menguranginya
- 21 Mei 2026 09:16 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Buat banyak anak muda, begadang kadang sudah jadi kebiasaan yang susah dihindari. Alasannya macam-macam, mulai dari tugas yang menumpuk, scrolling media sosial, nonton series, sampai merasa malam hari adalah waktu paling tenang untuk menikmati me time.
Masalahnya, kalau terus dilakukan tanpa pola tidur yang baik, tubuh bisa mulai memberi “kode” kalau sebenarnya sudah kelelahan. Mulai dari gampang ngantuk, sulit fokus, mood berantakan, sampai badan gampang sakit.
Meski tidak mudah, kebiasaan begadang sebenarnya bisa dikurangi pelan-pelan lewat beberapa langkah sederhana.
| Baca juga: Strategi Ampuh Diet Gula Tanpa Tersiksa |
Salah satu cara paling penting adalah mulai mengatur jam tidur yang lebih konsisten. Tidak harus langsung tidur jam sembilan malam, tapi cobalah tidur lebih awal sedikit demi sedikit setiap harinya agar tubuh terbiasa memiliki pola istirahat yang teratur.
Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur juga cukup membantu. Cahaya dari layar gadget dapat membuat otak tetap “aktif” sehingga tubuh sulit merasa mengantuk. Tidak heran banyak orang yang awalnya cuma berniat scrolling lima menit, malah berakhir begadang sampai dini hari.
Selain itu, hindari konsumsi kopi atau minuman berkafein terlalu malam. Kafein bisa membuat tubuh tetap terjaga lebih lama dan mengganggu kualitas tidur, bahkan saat mata sebenarnya sudah terasa lelah.
Membuat suasana kamar lebih nyaman juga bisa membantu tubuh lebih cepat rileks. Misalnya dengan mematikan lampu yang terlalu terang, mengurangi suara bising, atau mendengarkan musik yang menenangkan sebelum tidur.
Buat yang terbiasa mengerjakan tugas atau pekerjaan larut malam, mencoba mengatur waktu di siang atau sore hari bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar. Semakin sering pekerjaan selesai lebih awal, semakin besar kesempatan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Yang paling penting, jangan menganggap tidur sebagai hal yang bisa terus “dikorbankan”. Tidur bukan tanda malas, tapi kebutuhan tubuh untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan.
Karena tubuh juga punya batas. Sesibuk apa pun aktivitas sehari-hari, memberi waktu untuk istirahat tetap jadi bentuk sayang paling sederhana untuk diri sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....