Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Dinkes Buleleng Pastikan Stok VAR Aman
- 30 Apr 2026 09:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Buleleng mengalami peningkatan signifikan sepanjang April 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng memastikan ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) dalam kondisi aman guna mengantisipasi lonjakan kasus di masyarakat.
Kasus terbaru terjadi di wilayah Banyuning, di mana anjing liar dilaporkan mengamuk dan menggigit sedikitnya 19 warga hingga 26 April 2026. Seluruh korban, termasuk anak-anak, telah mendapatkan penanganan medis berupa VAR di fasilitas kesehatan terdekat sebagai langkah pencegahan dini.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menegaskan bahwa pemberian VAR dilakukan secara cepat dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah munculnya gejala klinis rabies yang bersifat fatal.
“Pemberian vaksin dilakukan tiga kali, yakni pada hari pertama, hari ketujuh, dan hari keempat belas sebagai bentuk antisipasi agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, vaksinasi tetap diberikan meskipun hasil observasi terhadap hewan belum sepenuhnya diketahui, khususnya jika terdapat indikasi perilaku hewan yang mengarah pada rabies. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak terjadi keterlambatan penanganan.
Dalam kasus tertentu, apabila hewan yang menggigit masih dapat dipantau dan tidak menunjukkan gejala jelas, petugas akan melakukan observasi selama beberapa hari. Namun, upaya pencegahan tetap dilakukan secara paralel guna meminimalisir risiko.
“Jika hewan yang menggigit mati, maka korban langsung diberikan vaksinasi lengkap sebagai langkah pengamanan,” ucapnya.
Berdasarkan data Dinkes Buleleng, hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 2.281 kasus gigitan HPR. Angka ini menunjukkan bahwa ancaman rabies masih menjadi perhatian serius yang memerlukan penanganan terpadu.
Dari sisi kesiapan, Dinkes memastikan stok VAR di seluruh fasilitas kesehatan masih mencukupi. Pemerintah daerah juga terus menjaga distribusi vaksin agar tetap tersedia di setiap wilayah.
“Untuk stok vaksin saat ini masih aman dan kami pastikan selalu tersedia untuk penanganan kasus gigitan hewan, termasuk jika terjadi lonjakan kasus,” kata dr. Sucipto.
Selain penanganan pada manusia, langkah pengendalian juga dilakukan melalui vaksinasi massal terhadap hewan di wilayah terdampak oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng. Upaya ini bertujuan memutus rantai penularan virus rabies di lingkungan masyarakat.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, segera melapor jika terjadi gigitan hewan, serta tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....