Imunitas Lemah Tingkatkan Risiko Demam Berdarah Dengue

  • 29 Apr 2026 10:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama saat musim hujan tiba. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa dengan kondisi kesehatan tertentu yang membuat tubuh lebih rentan.

Dokter umum RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Triska Arianti mengatakan, kelompok yang paling berisiko terkena DBD adalah mereka yang memiliki sistem imun lemah. Daya tahan tubuh yang menurun membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi virus dengue, sehingga gejala yang muncul bisa menjadi lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

"Orang dengan imunitas lemah seperti kalau dari umur itu dilihat dari bayi, anak-anak yang masih kecil, terus juga lansia yang sudah tua itu pasti akan imunitasnya berbeda dengan orang dewasa," ucapnya.

Selain itu, dr. Triska menambahkan penderita obesitas juga termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi obesitas dapat memengaruhi respons peradangan dalam tubuh dan memperburuk proses pemulihan saat terkena infeksi. Pada beberapa kasus, pasien obesitas berisiko mengalami kondisi klinis yang lebih berat karena gangguan metabolisme yang menyertai.

Sementara, penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga penyakit autoimun juga dapat meningkatkan risiko keparahan DBD.

"Pasien dengan penyakit kronis biasanya memiliki kondisi tubuh yang lebih sensitif terhadap infeksi dan membutuhkan pemantauan medis yang lebih ketat," ujarnya menambahkan.

Oleh sebab itu, dr. Triska menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap gejala awal seperti demam tinggi mendadak yang berlangsung lebih dari dua hari, nyeri otot, mual, muntah, hingga muncul bintik merah perlu ditingkatkan.

Menjaga pola hidup sehat, memperkuat imunitas tubuh, mengontrol penyakit penyerta, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam mencegah DBD. Pencegahan sejak dini jauh lebih baik dibandingkan menghadapi risiko komplikasi yang dapat mengancam nyawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....