Tanaman Widuri: Si Liar Berkhasiat yang Sering Diabaikan
- 15 Apr 2026 09:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tanaman widuri (juga dikenal sebagai biduri) adalah tumbuhan perdu besar yang memiliki nama ilmiah Calotropis gigantea. Di Indonesia, ia sering disebut widuri atau biduri, dan kadang-kadang kapuk duri atau koleng susu karena getahnya yang putih seperti susu.
Dikutp dari alodokter.com, tanaman ini termasuk dalam famili Apocynaceae (dulu Asclepiadaceae) dan umum tumbuh liar di daerah tropis Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, India, dan China. Ia sering ditemukan di pinggir jalan, lahan kosong, pesisir, atau area kering, dan dianggap sebagai gulma oleh sebagian orang karena mudah tumbuh tanpa perawatan khusus.
Ciri-ciri tanaman widuri:
-Bentuk: Perdu (semak) besar yang bisa mencapai tinggi 4 meter. Batangnya bulat, berkayu, dan mengeluarkan getah lateks putih (mirip susu) jika dilukai — getah ini beracun jika terlalu banyak dikonsumsi atau kontak berlebih.
-Daun: Tunggal, berhadapan, berbentuk bulat telur (oval), ujung tumpul, pangkal berlekuk, tepi rata, dan berwarna hijau pucat.
-Bunga: Indah dan khas, berlapis seperti lilin (waxy), berbentuk mahkota (crown flower). Warnanya biasanya putih atau ungu muda. Bunga ini sering digunakan sebagai hiasan atau persembahan dalam ritual Hindu (disukai Dewa Shiva).
-Buah: Berbentuk bulat telur memanjang seperti bumbung (9–10 cm), hijau, dengan ujung kait. Bijinya kecil, pipih, cokelat, dan memiliki rambut sutera panjang yang bisa diterbangkan angin (mirip kapuk).
-Akar: Tunggang dan kuat, bisa menghujam dalam ke tanah.
Widuri termasuk tanaman yang tahan kekeringan dan mudah beradaptasi di tanah marginal.
Manfaat dan kegunaan widuri:Meskipun sering diabaikan atau dianggap gulma, tanaman ini punya banyak khasiat tradisional di Indonesia dan Asia.
Pengobatan tradisional:
-Daun dan getah: Untuk obat luka, bisul, kudis, gatal-gatal, sariawan, dan mempercepat penyembuhan luka (mempunyai sifat antiseptik).
-Getah: Digunakan untuk sakit gigi (diteteskan), encok, nyeri otot/sendai, dan kadang untuk penyakit kulit.
-Bunga: Membantu meredakan asma, batuk, sesak napas.
-Akar dan daun: Untuk demam, masalah pencernaan, gigitan ular (dalam dosis tertentu), dan rajasinga (penyakit kulit).
Lainnya:
-Serat dari batang untuk tali, jaring, atau bahan anyaman.
-Rambut biji (floss) untuk pengisi bantal atau bahan isolasi.
-Pakan ternak (daun) atau pakan jangkrik (populer di kalangan pemelihara jangkrik).
-Penyerap polusi udara dan tanaman hias karena bunganya cantik.
Dalam budaya: Bunga widuri sering dipakai sebagai persembahan atau garland.
Peringatan penting: Getah widuri mengandung senyawa beracun seperti kardenolida (kalotropin, dll.), saponin, flavonoid, dan kalsium oksalat. Jangan gunakan sembarangan tanpa pengawasan ahli herbal atau dokter, karena bisa menyebabkan iritasi kulit, muntah, atau keracunan jika berlebihan. Hindari kontak langsung dengan mata atau mulut.Widuri mudah ditanam sebagai pagar hidup atau tanaman hias di pekarangan, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Ia suka sinar matahari penuh dan tidak butuh banyak air. (RRI/Dewa Arta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....