Tanaman Patah Tulang: Keunikan Alam Bernilai Herbal Tinggi
- 15 Apr 2026 09:33 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tanaman patah tulang adalah nama lokal di Indonesia untuk tanaman perdu yang memiliki nama ilmiah Euphorbia tirucalli L. (famili Euphorbiaceae). Ia juga dikenal dengan nama lain seperti kayu urip (Jawa), susuru (Sunda), pencil tree, firestick plant, atau milk bush karena getahnya yang mirip susu.
Tanaman ini berasal dari Afrika tropis (seperti Angola hingga Zanzibar), tapi sudah tersebar luas dan dinaturalisasi di banyak daerah tropis, termasuk Indonesia. Di sini, ia sering ditanam sebagai pagar hidup, tanaman hias, atau tumbuh liar di lahan kosong, pinggir jalan, dan daerah kering hingga ketinggian sekitar 600 mdpl.
Ciri-ciri tanaman patah tulang:
-Bentuk: Perdu tegak yang bisa mencapai tinggi 2–6 meter, dengan pangkal berkayu dan banyak cabang.
-Batang/ranting: Ramping, bulat silindris seperti pensil, berwarna hijau cerah, beralur halus, dan mudah patah (inilah asal nama "patah tulang"). Cabangnya sering bercabang dua secara melintang, sehingga tampak seperti tulang yang patah-patah.
-Daun: Jarang sekali (hampir tidak terlihat pada tanaman dewasa), kecil, berbentuk lanset, dan cepat rontok. Batanglah yang melakukan fotosintesis.
-Getah: Putih susu (lateks), keluar banyak jika batang atau ranting dipatahkan. Getah ini beracun dan bersifat asam, bisa menyebabkan iritasi kulit, mata, atau lendir jika kontak langsung.
-Bunga: Kecil, kuning kehijauan, muncul di ujung ranting (lebih banyak bunga jantan).
Tanaman ini tahan kekeringan, suka tempat terbuka dengan sinar matahari penuh, dan mudah beradaptasi di tanah marginal.
Dikutip dari alodokter.com, manfaat dan kegunaan tradisional: Meskipun getahnya beracun, tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia dan daerah tropis lainnya:
-Pengobatan: Untuk asma, batuk, rematik/radang sendi, sakit gigi, luka, bisul, dan infeksi (sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan dari senyawa seperti euphol, taraksasterol, saponin, flavonoid, dll.).
-Lainnya: Getahnya pernah digunakan untuk meracuni ikan (agar mudah ditangkap), kayunya untuk arang atau bahan kerajinan, dan sebagai tanaman hias karena bentuk uniknya.
Peringatan penting: Getahnya sangat berbahaya — bisa menyebabkan iritasi parah, kerusakan mata, muntah, atau keracunan jika tertelan atau kontak berlebih. Jangan gunakan sembarangan sebagai obat tanpa pengawasan ahli herbal atau dokter. Hindari tanaman ini jika ada anak kecil atau hewan peliharaan di sekitar, karena getahnya bisa beracun.
Catatan tambahan: Ada tanaman lain yang kadang disebut "patah tulang" atau mirip, seperti Euphorbia tithymaloides (juga dikenal sebagai zigzag plant atau devil's backbone), yang memiliki batang zig-zag dan daun lebih jelas. Namun, yang paling umum dimaksud dengan "tanaman patah tulang" di Indonesia adalah Euphorbia tirucalli yang batangnya seperti pensil dan hampir tanpa daun. (RRI/Dewa Arta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....