Kesadaran Imunisasi Masih Rendah, Dokter Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat

  • 14 Apr 2026 22:20 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kesadaran Imunisasi
  • Dokter
  • Ancaman Kesehatan Masyarakat

RRI.CO.ID, Singaraja – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dinilai masih rendah, meskipun program vaksinasi telah lama menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit di Indonesia.

Dokter spesialis penyakit dalam, Putu Arya Nugraha, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih adanya penolakan imunisasi di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Buleleng.

Menurutnya, imunisasi bukanlah hal baru, melainkan metode perlindungan kesehatan yang telah terbukti efektif sejak puluhan tahun lalu. Namun, masih muncul keraguan di masyarakat akibat berbagai faktor, salah satunya maraknya gerakan antivaksin dan penyebaran informasi yang tidak benar.

“Ini sangat disayangkan. Kita sudah di tahun 2026, tetapi masih ada kasus kematian yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Jika cakupan imunisasi di suatu wilayah kurang dari 80 persen, maka risiko penyebaran penyakit menular akan semakin tinggi.

Fenomena kejadian luar biasa (KLB) seperti campak, polio, hingga meningkatnya kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia menjadi bukti nyata dampak rendahnya cakupan imunisasi.

“Indonesia bahkan menjadi negara dengan kasus TBC tertinggi kedua di dunia. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain itu, Arya juga menyoroti rendahnya literasi masyarakat dalam menyaring informasi, khususnya di media sosial. Ia menyebut, informasi hoaks terkait vaksin justru lebih cepat menyebar dibandingkan edukasi kesehatan yang benar.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk lebih aktif mengedukasi publik serta melawan disinformasi terkait imunisasi.

“Kalau kita semua sadar dan mau ikut imunisasi, maka kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar kita,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....