Tanaman Herbal yang Dipercaya Membantu Menurunkan Kolesterol
- 19 Mei 2026 14:09 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Penggunaan obat herbal untuk membantu menurunkan kolesterol masih menjadi pilihan sebagian masyarakat sebagai pendamping pola hidup sehat. Herbal dipercaya dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Namun, penggunaannya tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang diresepkan dokter.
Dikutip dari Hellosehat.com dan sejumlah artikel kesehatan, beberapa tanaman herbal populer di Indonesia diketahui memiliki kandungan yang berpotensi membantu mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh.
Salah satu herbal yang paling dikenal adalah bawang putih (Allium sativum). Kandungan allicin di dalamnya dipercaya membantu menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida. Bawang putih dapat dikonsumsi mentah, dicampurkan dalam masakan, maupun dalam bentuk suplemen.
Jahe (Zingiber officinale) juga disebut memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Selain membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida, jahe dipercaya dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik. Jahe umumnya dikonsumsi dalam bentuk teh herbal, jamu, atau campuran masakan.
Kunyit (Curcuma longa) turut menjadi tanaman herbal yang sering dimanfaatkan. Kandungan kurkumin di dalam kunyit bersifat antiinflamasi dan antioksidan sehingga dipercaya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida.
Sementara itu, daun salam (Syzygium polyanthum) juga populer digunakan sebagai herbal penurun kolesterol. Kandungan flavonoid dan tanin di dalamnya dipercaya membantu menurunkan kadar LDL. Biasanya daun salam direbus dan air rebusannya diminum secara rutin.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pun sering digunakan sebagai pendukung kesehatan metabolisme tubuh. Herbal ini dipercaya dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dan trigliserida sekaligus meningkatkan HDL.
Selain tanaman tersebut, kayu manis, teh hijau, daun alpukat, dan lengkuas juga kerap direkomendasikan karena mengandung antioksidan yang baik untuk membantu menjaga kadar lemak darah tetap stabil.
Meski demikian, penggunaan herbal harus dilakukan secara bijak dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Masyarakat disarankan memulai dengan dosis kecil dan rutin memeriksa kadar kolesterol melalui tes darah.
Penggunaan herbal juga sebaiknya dikombinasikan dengan pola makan sehat rendah lemak jenuh dan lemak trans, memperbanyak konsumsi serat dari buah dan sayuran, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.
Herbal tidak dapat menyembuhkan kolesterol tinggi sepenuhnya. Jika kadar kolesterol sangat tinggi atau terdapat risiko penyakit jantung, pemeriksaan dan pengobatan medis tetap menjadi langkah utama yang harus dilakukan.
(RRI/Dewa Arta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....