Kasus Pneumonia Anak Masih Tinggi, Peran Orang Tua Jadi Kunci Pencegahan

  • 09 Apr 2026 23:05 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Kasus Pneumonia
  • Pneumonia Anak
  • Peran Orang Tua
  • Pencegahan

RRI.CO.ID, Singaraja — Kasus pneumonia pada anak masih cukup sering ditemukan di layanan kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian besar dipicu oleh faktor lingkungan dan pola hidup sehari-hari.

Dokter umum Yulia Ingriani mengungkapkan, hampir setiap kali bertugas, dirinya menemukan pasien anak dengan keluhan gangguan pernapasan yang mengarah pada pneumonia.

“Hampir setiap jaga, ada saja anak yang datang dengan keluhan sesak napas, batuk, pilek, hingga tidak mau makan atau menyusu,” ucapnya.

Menurutnya, anak-anak lebih rentan terkena pneumonia dibandingkan orang dewasa karena sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk sempurna. Selain itu, aktivitas anak yang sulit dikontrol juga meningkatkan risiko paparan kuman penyebab penyakit.

“Imunitas anak belum sekuat orang dewasa. Ditambah lagi mereka sering terpapar dari makanan, lingkungan, atau kontak dengan orang lain,” ujarnya.

Dalam upaya pencegahan, peran orang tua dinilai sangat penting, terutama dalam menjaga lingkungan yang sehat. Menghindari paparan asap rokok menjadi langkah utama yang harus dilakukan.

“Jika orang tua merokok, sebaiknya benar-benar menjaga kebersihan diri sebelum kontak dengan anak, termasuk mandi dan mengganti pakaian,” katanya.

Selain itu, menjaga kualitas udara di dalam rumah juga tidak kalah penting. Rumah yang lembap, minim sinar matahari, dan sirkulasi udara buruk dapat memperbesar risiko infeksi.

Dari sisi pemulihan, Yulia menyarankan agar orang tua memastikan asupan gizi anak terpenuhi dengan baik. Pemberian ASI eksklusif, makanan bergizi seimbang, serta vitamin jika diperlukan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

“Imunitas adalah kunci. Makanan bergizi dan pola hidup sehat sangat berpengaruh dalam mencegah anak terkena pneumonia berulang,” ujarnya.

Terkait pengobatan, ia menegaskan bahwa penggunaan antibiotik tidak selalu diperlukan, tergantung penyebab pneumonia itu sendiri.

“Jika disebabkan oleh bakteri, baru diberikan antibiotik. Tapi kalau virus, biasanya bisa sembuh sendiri dengan pengobatan sesuai gejala,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai langkah perlindungan tambahan, seperti vaksin influenza yang dapat membantu menurunkan risiko infeksi yang berujung pneumonia.

Dengan meningkatnya kesadaran orang tua terhadap pola hidup sehat dan lingkungan bersih, diharapkan angka kejadian pneumonia pada anak dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....