Kasus DBD di Buleleng Capai 72, Sasar Usia Produktif
- 23 Feb 2026 07:57 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng pada awal tahun 2026 tercatat sebanyak 72 kasus. Lonjakan ini dipicu kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk.
Data Dinas Kesehatan Buleleng mencatat, pada Januari 2026 terjadi 48 kasus, sedangkan Februari 24 kasus. Kelompok usia 14 hingga 44 tahun menjadi yang paling banyak terjangkit berdasarkan kategori umur.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto menjelaskan dari sisi domisili, kasus terbanyak berada di Desa Pejarakan sebanyak 10 kasus. Disusul Pemaron 7 kasus, Pemuteran dan Pakisan masing-masing 5 kasus, Tajun 4 kasus, Gitgit, Kalibukbuk, dan Bondalem masing-masing 3 kasus, serta Temukus dan Banjarasem masing-masing 2 kasus.
“Awal tahun dilaporakan ada 72 kasus. Kasus terbanyak terjadi pada kelompok usia 14 sampai 44 tahun berdasarkan kategori umur. Dari sisi domisili, yang paling banyak berada di Desa Pejarakan dengan 10 kasus,” ujarnya.
Berdasarkan wilayah kerja puskesmas, kasus paling banyak tercatat di Puskesmas Gerokgak II, Tejakula II, Kubutambahan II, Buleleng II dan Sukasada I.
Pihaknya menyatakan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, di antaranya fogging saat ditemukan peningkatan kasus, serta menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.
“PSN adalah langkah paling efektif dan murah. Kuncinya ada pada keterlibatan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.
Pendekatan lintas sektor juga dilakukan dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk mendorong partisipasi warga dalam menjaga sanitasi lingkungan.
Meski masih berpotensi terjadi selama musim pancaroba, layanan rumah sakit pemerintah dan swasta telah disiapkan untuk penanganan cepat guna mencegah kasus menjadi berat dan menekan angka kematian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....