Program Cek Kesehatan Gratis Buleleng Dikebut Tahun 2026
- 09 Feb 2026 12:12 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melaksanakan evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya penguatan pelaksanaan program prioritas nasional di bidang kesehatan. Kegiatan evaluasi ini berlangsung di Hotel Aneka Lovina, Senin 9 Februari 2026.
Evaluasi Program CKG dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, serta menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng, unsur Dinas PMDPPKB, serta diikuti lintas sektor dari berbagai perangkat daerah di Kabupaten Buleleng.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng, Dewa Putu Merta Suteja, menyampaikan bahwa Program CKG telah dilaksanakan sesuai instruksi Kementerian Kesehatan dan arahan kepala daerah. Pelaksanaan program difokuskan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu.
Ia menjelaskan, seluruh puskesmas di Kabupaten Buleleng telah siap melaksanakan CKG dengan dukungan sumber daya manusia, ketersediaan alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai. Program CKG menyasar seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, anak prasekolah, remaja, dewasa, lansia, hingga ibu hamil, dengan jenis pemeriksaan yang mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan.
Untuk tahun 2026, target capaian Program CKG di Kabupaten Buleleng ditetapkan sebesar 46 persen. Hingga saat ini, capaian pelaksanaan menunjukkan tren positif dengan realisasi sekitar 16 persen pada awal tahun berjalan.
“Dengan progres yang ada, kami optimis target CKG tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun,” ucapnya
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, terutama pada tahap awal terkait ketersediaan bahan medis habis pakai serta perlunya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan mekanisme CKG. Oleh karena itu, dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, dinilai sangat penting untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan evaluasi lintas sektor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan semakin solid sehingga cakupan layanan CKG terus meningkat dan target tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.
Dewa Putu Merta Suteja juga mengajak masyarakat Buleleng untuk memanfaatkan Program CKG sebagai langkah deteksi dini faktor risiko penyakit. Masyarakat cukup mendatangi puskesmas, puskesmas pembantu, atau posyandu dengan membawa KTP, karena layanan CKG tersedia setiap hari kerja dengan dukungan sarana dan prasarana yang telah disiapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....