Balisari Padukan Teknologi dan Kearifan Lokal Bali

  • 05 Sep 2026 21:43 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Aplikasi Balisari dikembangkan khusus sebagai sarana untuk membantu masyarakat lebih mengenali dan memahami kondisi emosional mereka.
  • Pengguna dapat melakukan asesmen sederhana dan mencatat suasana hati secara berkala melalui fitur mood tracker yang tersedia di aplikasi.
  • Balisari membedakan diri dari aplikasi kesehatan mental lainnya dengan mengintegrasikan unsur budaya Bali sebagai bagian integral dari pengembangan dan pengalaman pengguna.

RRI.CO.ID, Singaraja - Aplikasi Balisari dikembangkan sebagai sarana pendukung bagi masyarakat untuk lebih mengenali kondisi emosional. Pengguna dapat melakukan asesmen sederhana dan mencatat suasana hati melalui fitur mood tracker.

Berbeda dari aplikasi kesehatan mental pada umumnya, Balisari mengangkat unsur budaya Bali sebagai bagian dari pengembangannya.

Psikolog Universitas Pendidikan Ganesha, Dewa Gede Firstia Wirabrata, menjelaskan pendekatan budaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah fitur, termasuk penggunaan musik Bali yang dipilih untuk membantu pengguna merasa lebih rileks.

“Ini memang kita implementasikan konsep-konsep budaya Bali ke dalam aplikasi. Jadi bukan hanya sekadar branding, tetapi memang bagaimana kearifan lokal itu kita masukkan ke dalam fitur yang ada di aplikasi” ujarnya saat dialog "Hai Bali Ken-Ken" dengan topik Penguatan Resiliensi Remaja Bali dengan Aplikasi Kesehatan Mental, Selasa, 1 September 2026.

Pemanfaatan kearifan lokal tersebut menjadi salah satu keunggulan Balisari dalam memberikan pendekatan yang lebih dekat dengan lingkungan dan budaya masyarakat Bali.

Selain menjadi sarana pendukung kesehatan mental, aplikasi ini juga terus dikembangkan dengan penambahan konten edukasi. Saat ini Balisari dapat digunakan melalui perangkat Android dan ditujukan tidak hanya bagi remaja, tetapi masyarakat dari berbagai usia.

Melalui Balisari, teknologi dan kearifan lokal Bali diharapkan dapat berjalan beriringan dalam mendukung peningkatan literasi dan kepedulian terhadap kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....