Pembakaran Naskah Maya: saat Ribuan Tahun Pengetahuan Musnah dalam Satu Hari
- 23 Mei 2026 10:40 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Maya
- codices Maya
- Diego de Landa
- sejarah dunia
- peradaban Maya
- manuskrip kuno
- astronomi Maya
- matematika Maya
- inkuisisi Spanyol
- sejarah ilmu pengetahuan
RRI.CO.ID, Singaraja - Pada tahun 1562, seorang uskup Spanyol bernama Diego de Landa memerintahkan pembakaran besar-besaran terhadap codices atau manuskrip kuno milik peradaban Maya di wilayah Yucatán, Meksiko. Tindakan tersebut dilakukan dalam rangka inkuisisi gereja yang menganggap tulisan dan simbol Maya sebagai sesuatu yang berhubungan dengan praktik penyembahan setan.
Peristiwa itu kini dikenang sebagai salah satu penghancuran pengetahuan terbesar dalam sejarah manusia. Ribuan manuskrip yang berisi catatan astronomi, matematika, kalender, ritual, hingga observasi ilmiah dibakar dan hilang selamanya.
Diego de Landa Calderón sendiri dikenal sebagai tokoh kontroversial dalam sejarah kolonial Spanyol di Amerika Tengah. Ia lahir pada 12 November 1524 dan kemudian menjadi uskup di Keuskupan Agung Yucatán. Banyak sejarawan menggambarkannya sebagai imam yang keras dan fanatik karena memimpin kampanye kekerasan terhadap praktik kepercayaan masyarakat asli Maya yang dianggap sebagai pemberhalaan.
Selain memimpin proses inkuisisi, de Landa juga disebut hampir memusnahkan seluruh manuskrip Maya yang sebenarnya memiliki nilai sejarah dan ilmiah sangat besar. Naskah-naskah tersebut diyakini memuat informasi penting mengenai sistem tulisan Maya, pengetahuan agama, perkembangan peradaban, hingga sejarah awal benua Amerika.
Peradaban Maya sendiri dikenal sebagai salah satu peradaban paling maju di benua Amerika sebelum kedatangan bangsa Eropa. Mereka telah mengembangkan sistem kalender yang sangat akurat, memahami pergerakan benda langit, serta menggunakan konsep angka nol secara mandiri, jauh sebelum konsep tersebut dikenal luas di Eropa.
Banyak sejarawan meyakini bahwa naskah-naskah tersebut menyimpan hasil pengamatan ilmiah yang dikumpulkan selama ratusan tahun. Namun, sebagian besar pengetahuan itu musnah dalam satu hari akibat keputusan yang dilandasi fanatisme dan ketakutan terhadap budaya lokal.
Dari ribuan codices yang pernah ada, hanya empat manuskrip asli Maya yang diketahui masih bertahan hingga sekarang. Keempatnya menjadi sumber utama bagi para peneliti modern untuk memahami ilmu pengetahuan dan kebudayaan Maya yang tersisa.
Hingga kini, para arkeolog dan ilmuwan masih berupaya merekonstruksi pengetahuan Maya melalui reruntuhan kota kuno, prasasti batu, dan fragmen tulisan yang berhasil ditemukan. Namun, banyak pihak menilai dunia mungkin telah kehilangan bagian penting dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan manusia akibat tragedi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....